Kompas.com - 18/03/2014, 08:56 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
UNGARAN, KOMPAS.com — Aksi perampokan yang terjadi di SPBU 44.50.602 di Jalan Jambu-Ambarawa Km 4, Semarang, Senin (17/3/2014) siang, berlangsung bak film koboi.

Hal itu diungkapkan oleh para saksi, korban, dan berdasarkan bukti-bukti yang didapati saat dilakukan olah TKP oleh polisi.

Kepala Polres Semarang AKBP Augustinus Berlianto, Selasa (18/3/2014) pagi, menyatakan, saat ini proyektil peluru yang diduga dari tembakan senjata rakitan sedang diidentifikasi di Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

"Kita masih menunggu hasil dari Labfor Polda. Sampai saat ini lima saksi kami mintai keterangan. Adapun korban yang tertembak kakinya kondisi terus membaik," ungkap Augustinus.

Sementara itu, Lilis (21), salah satu operator SPBU yang juga saksi mata peristiwa itu, mengaku melihat pelaku datang dan menembakkan pistol secara membabi buta.

"Pelaku datang dari arah pintu keluar naik Yamaha Vixion dan Satria FU. Mereka langsung menembak membabi buta ke semua arah dan kaki Pak Suyanto. Dia ditembak karena mau menyelamatkan tas berisi uang dari kejaran pelaku," ujar Lilis.

Saat ditanya jenis senjata api apa yang dibawa pelaku, wartawan sempat menunjuk pistol revolver yang ada di pinggang seorang polisi. Lilis pun mengamini bahwa senjata itu mirip dengan senjata yang dibawa oleh salah satu pelaku. "Ya, mirip itu," kata Lilis.

Sementara Hendro Priyono (35), warga di sekitar lokasi, mengaku mendengar suara tembakan sebanyak empat kali. Warga berupaya menolong dengan cara melempar batu, tetapi hal itu tak banyak berarti lantaran empat pelaku itu bergerak sangat cepat.

"Mereka lari ke arah Ambarawa. Lalu warga melapor ke Polsek Jambu," jelasnya.

Keterangan para saksi sepertinya juga diperkuat oleh bukti-bukti di lapangan. Hasil olah TKP yang dipimpin oleh Kasatreskrim Polres Semarang AKP Pahala Martua Nababan ditemukan tiga proyektil yang diduga dari senjata pelaku.

Tidak hanya itu, identifikasi juga menemukan bekas tembakan di plafon SPBU dan dua bekas tembakan di bagian kiri truk boks L 9858 VC yang berisi obat-obatan pertanian, yang kebetulan tengah mengantre membeli solar.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Bedegong Mountain Bike Digelar, Wagub Uu Sampaikan Dukungannya

Regional
Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Semakin Terpesona dengan Energi Bersih Danau Toba

Regional
Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Plh Gubernur Jabar Segera Lantik Penjabat Bupati Bekasi

Regional
Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Lantik 21 PPIH Embarkasi Jakarta–Bekasi 2022, Wagub Jabar Berharap Petugas Berikan Pelayanan Prima

Regional
Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Menguak Keluh Kesah Warga Mentawir Kaltim akibat Air Sungai Tercemar Bekas Galian Tambang

Regional
Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Wagub Jabar: Harkitnas Jadi Momentum Bangkitkan Semangat Usai Terpukul Pandemi

Regional
Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Gawai Adat Dayak: Melihat Manusia sebagai Makhluk Berdimensi Vertikal dan Horizontal

Regional
Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Serahkan Bantuan ke Korban Banjir di Desa Paledah, Wagub UU: Perlu Kolaborasi untuk Tanggulangi Banjir

Regional
Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Tanahnya Diganti Rugi Miliaran Rupiah oleh Pemerintah, Warga Wadas Mendadak Jadi Miliarder

Regional
Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.