Bupati Semarang: Penyerangan Hotel Citra Dewi Bermuatan Politik

Kompas.com - 16/03/2014, 16:01 WIB
125 anggota GPK Jawa Tengah digelandang ke Mapolres Semarang, Minggu (16/3/2014) dinihari. Polisi sementara menetapkan 24 diantaranya sebagai tersangka penyerangan dan pengrusakan Hotel Citra Dewi, Bandungan, Kabupaten Semarag yang terjadi sabtu (15/3/2014) siang. kompas.com/ syahrul munir125 anggota GPK Jawa Tengah digelandang ke Mapolres Semarang, Minggu (16/3/2014) dinihari. Polisi sementara menetapkan 24 diantaranya sebagai tersangka penyerangan dan pengrusakan Hotel Citra Dewi, Bandungan, Kabupaten Semarag yang terjadi sabtu (15/3/2014) siang.
|
EditorGlori K. Wadrianto
SEMARANG, KOMPAS.com - Ratusan anggota GPK Jawa Tengah, Sabtu (16/3/2014) siang menyerang dan merusak Hotel Citra Dewi, Bandungan, Kabupaten Semarang. Banyak di antara mereka melengkapi diri dengan atribut bendera Partai PPP.

Menyikapi kejadian itu, Bupati Semarang, Mundjirin mengaku sudah berkoordinasi dengan Kapolres dan Dandim setempat. Termasuk, menghubungi para petinggi PPP di Kabupaten Semarang.

Menurut Bupati, peristiwa penyerangan Hotel Citra Dewi oleh sekelompok orang itu sangat kental dengan nuansa politik.

"Saya imbau ke mereka, memang ada unsur ke politik. Kalau caranya begini, ini malah merusak citra partai. Malah jangan-jangan ini bukan PPP, tapi orang yang mau menjelek-jelekkan PPP. Saya sudah telpon ke Pak Tantowi (Ketua PPP Kabupaten Semarang) cobalah dipikirkan supaya tidak bentrok, yang rugi kan masyarakat kita sendiri," kata Bupati dihubungi, Minggu (16/3/2014) siang.

Agar kejadian yang sama tidak terjadi lagi dan situsai tetap kondusif, Bupati telah meminta warga melalui Camat dan Kepala Desa/Kelurahan untuk tetap tenang.

"Yang namanya merusak itu hukumannya pidana dan bila yang dirusak itu tidak rela bisa melaporkan perdatanya. Sama halnya nyolong (mencuri) spion motor, kudu ngganti spion neng (tapi) pidanane tetep jalan," ungkapnya.

Diberitakan sebelumnya, puluhan orang melakukan perusakan di Hotel Citra Dewi, kawasan wisata Bandungan, Kabupaten Semarang, Sabtu (15/3/2014) tengah hari.

Mereka merusak kaca-kaca kamar dan jendela serta ruang resepsionis. Sedikitnya, empat kamar mengalami kerusakan parah. Puluhan orang itu datang menggunakan sepeda motor dengan atribut ormas dan parpol.

"Motornya diblayer-blayer, lalu mereka pecahkan kaca kamar pakai pentungan. Ada bendera tulisannya GPK sama PPP," kata Dipo Witono, staf Hotel Citra Dewi yang berada di lokasi saat kejadian itu.

Kejadian begitu cepat sehingga pihak keamanan hotel maupun polisi tidak sempat menghentikan aksi anarkistis tersebut. Pada saat kejadian, kamar yang dirusak tersebut juga dalam kondisi kosong.

"Sedelok (sebentar) kok, Mas, paling 5 menit. Tapi untunge para tamu kebetulan sudah check out semua," kata Dipo. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X