Penerbangan Subsidi Macet, Warga Krayan Ancam Duduki Bandara

Kompas.com - 14/03/2014, 22:35 WIB
Sering tak menentu jadwal penerbangan ke wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Selatan dikeluhkan sejumlah warga. KOMPAS.com/SUKOCOSering tak menentu jadwal penerbangan ke wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Selatan dikeluhkan sejumlah warga.
|
EditorFarid Assifa

NUNUKAN, KOMPAS.com - Molornya pelaksanaan tender penerbangan bersubsidi bagi warga di wilayah perbatasan Kecamatan Krayan Selatan, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara dikeluhkan warga.

Ketua LSM Masyarakat Peduli Pembangunan Infrastruktur Krayan Selatan, Kornalius Tadem mengatakan, akibat tidak adanya penerbangan bersubsidi ke Kecamatan Krayan Selatan, warga kesulitan melakukan perjalanan ke Kabupaten Nunukan.

“Sudah sejak akhir November penerbangan bersubsidi tidak jalan. Akibatnya masyarakat kesulitan mau keluar. Saya sekeluarga kemarin terpaksa mencarter pesawat Maf menuju Krayan Selatan karena ada keluarga meninggal. Sampai sekarang istri saya tidak bisa pulang karena tidak adanya penerbangan ke Nunukan," ucap Kornelius Tadem kepada Kompas.com, Jumat (14/03/2014).

Akibat tidak adanya penerbangan bersubsidi 4 bulan terakhir, masyarakat Kecamatan Krayan Selatan terpaksa membeli tiket regular jika hendak menuju kota Nunukan. Tentu saja harganya pun jauh lebih mahal dibanding tiket reguler.

Menurut Kornelius, masyarakat Krayan Selatan biasa membeli tiket penerbangan bersubsidi seharga Rp 270.000. Namun kali ini mereka harus merogoh kocek dari Rp 800.000 hingga Rp 1 juta untuk mendapatkan tiket reguler dengan penerbangan hanya selama 45 menit.

“Yang menjual tiket ini juga nggak jelas. Di sana ada calo (harga tiket) bisa dua juta rupiah. Untuk barang bawaan itu ditimbang satu kilo 30 ribu rupiah. Ini sangat memberatkan masyarakat," keluh Kornalius Tadem.

Ancam duduki bandara

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Minimnya perhatian pemerintah daerah terhadap permasalahan macetnya penerbangan bersubsidi bagi warga perbatasan di Kecamatan Krayan Selatan, membuat LSM Masyarakat Peduli Pembangunan Infrastruktur Krayan Selatan mengancam akan menduduki Bandara Nunukan.

“Kalau pemerintah sudah tidak punya kepedulian ke sini, satu-satunya solusi masyarakat itu, kita harus turun. Kita minta klarifikasi pemerintah," ancam Kornelius.

"Ndak usah ke kantor bupati, nggak usah ke kantor dewan, mereka semua sudah tahu masalah itu. Kita duduki bandara itu. Kalstar pun tidak boleh turun. Bagaimana rasanya masyarakat tidak bisa melaksanakan aktivitas keluar. Begitu juga rasanya masyarakat di wilayah perbatasan," tandas pria yang juga mantan anggota DPRD Nunukan itu.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.