Kompas.com - 14/03/2014, 22:19 WIB
Seorang anak bersepeda dengan menggunakan masker di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (13/3/2014). Kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan tersebut semakin pekat. Pemerintah Provinsi Riau mengimbau warga untuk menggunakan masker terkait kualitas udara yang memburuk. TRIBUN PEKANBARU/Doddy VladimirSeorang anak bersepeda dengan menggunakan masker di Kota Pekanbaru, Riau, Kamis (13/3/2014). Kabut asap yang disebabkan kebakaran lahan dan hutan tersebut semakin pekat. Pemerintah Provinsi Riau mengimbau warga untuk menggunakan masker terkait kualitas udara yang memburuk.
|
EditorFarid Assifa

JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat kabut asap menyelimuti sejumlah wilayah di Provinsi Riau, kampanye rapat umum terbuka di daerah itu terpaksa dipindahkan ke dalam ruangan pertemuan.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) berharap, pemerintah dapat segera membersihkan udara di daerah tersebut.

"Saya mengikuti berita dari sana, mereka menukar metode kampanye yang tadinya di ruang terbuka jadi di ruang tertutup," jelas Ketua KPU, Husni Kamil Manik di Istora Senayan, Jakarta Selatan, Jumat (14/3/2014).

Menurutnya, perubahan lokasi kampanye terbuka membuat hotel dan gedung pertemuan kebanjiran pesanan baik oleh partai politik maupun perorangan (calon anggota DPD).

Ia mengatakan, belum ada komunikasi resmi antara KPU pusat dengan KPU Riau serta KPU kabupaten/kota di provinsi tersebut soal penyelenggaraan kampanye terbuka di sana. Namun demikian, kata dia, pembahasan informal sudah dilakukan secara lisan untuk mencari alternatif pelaksanaan kampanye.

"Secara informal sudah dilakukan komunikasi-komunikasi. Nanti juga akan buat kebijakan-kebijakan yang mengarah para plan B penyelenggaraan pemilu di sana," ujar Husni.

KPU masih berharap pemerintah dapat segera mengatasi bencana asap kabut dalam waktu dekat, terutama sebelum kampanye terbuka dimulai pada Minggu (16/3/2014).

"Kita tunggu. KPU berharap keadaan di sana bisa pulih," tutur mantan anggota KPU Sumatera Barat itu.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku telah menginstruksikan kembali jajaran pemerintah terkait agar segera melakukan operasi tanggap darurat untuk mengatasi kabut asap di Riau akibat pembakaran lahan.

"Malam ini saya telah instruksikan agar para menteri terkait segera lakukan operasi tanggap darurat dengan gunakan semua cara dan alat," kata SBY melalui akun Twitter @SBYudhoyono, Kamis (13/3/2013) malam.

Seperti diberitakan, pemerintah dinilai abai dan lalai mengatasi kabut asap di Riau. Warga memberi reaksi beragam dalam menyikapi bencana asap yang sudah mengganggu aktivitas mereka.

Dampak dari asap itu, di antaranya, peliburan sekolah, pembatalan penerbangan atau pengalihan pendaratan pesawat akibat kondisi jarak pandang yang pendek. Belum lagi, dampak asap terhadap kesehatan warga.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Operasi Pasar di Salatiga, Jateng, Airlangga Hartarto Disambut Histeris Emak-emak

Regional
Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.