Kompas.com - 14/03/2014, 08:15 WIB
Kabut asap di Riau membuat kualitas udara di Kota Pekanbaru sangat buruk. Bahkan, beberapa kalangan meyakini kemarin merupakan hari terburuk dalam sejarah peristiwa kabut asap. Semua bangunan nyaris tak terlihat dari jarak 100 meter. Foto diambil Kamis (13/3/2014) pada pukul 15.30 di Tugu Nol Kilometer di tengah kota Pekanbaru, persis di depan kantor Gubernur Riau. KOMPAS/SYAHNAN RANGKUTIKabut asap di Riau membuat kualitas udara di Kota Pekanbaru sangat buruk. Bahkan, beberapa kalangan meyakini kemarin merupakan hari terburuk dalam sejarah peristiwa kabut asap. Semua bangunan nyaris tak terlihat dari jarak 100 meter. Foto diambil Kamis (13/3/2014) pada pukul 15.30 di Tugu Nol Kilometer di tengah kota Pekanbaru, persis di depan kantor Gubernur Riau.
EditorGlori K. Wadrianto
PEKANBARU, KOMPAS.com - Kabut asap di Provinsi Riau, Kamis (13/3/2014), mencapai kondisi yang terburuk. Ketebalan kabut asap demikian luar biasa sehingga semua bangunan di Pekanbaru tidak kelihatan lagi dari jarak 100 meter. Pekanbaru seperti menghilang dari penglihatan normal.

”Inilah kabut asap paling parah yang pernah ada di Riau. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono harus mengambil alih pengendalian kebakaran. Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana tidak mampu lagi,” kata Ketua Lembaga Adat Melayu Riau Al Azhar, Kamis, di Pekanbaru.

Menurut budayawan Riau itu, ”Satgas bencana bukan tidak bekerja, melainkan belum berbuat secara masif.”

Satgas Penanggulangan Bencana Asap Riau merasa pesimistis. Petinggi satgas acap kali mengharapkan hujan besar datang agar penderitaan rakyat Riau akibat kabut asap berakhir.

Ketua Satgas Penegakan Hukum Penanggulangan Bencana Asap Riau Brigadir Jenderal (Pol) Condro Kirono, Kamis, dalam rapat evaluasi tanggap darurat, menginginkan adanya pesawat jenis BE-200 buatan Rusia yang bisa membawa 20.000 liter air sekali angkut. Bahkan, Riau perlu memiliki pesawat itu.

Dalam laporan Operasi Tanggap Darurat periode pertama 27 Februari-12 Maret 2014, lanjut Condro, satgas melakukan pengeboman air sebanyak 1,13 juta liter air dengan memakai tujuh helikopter.

Satgas juga menebar 7,9 ton garam untuk menyemai awan hujan. Satgas mengklaim memadamkan lebih dari 10.000 hektar lahan dan hutan yang terbakar. Namun, kabut asap tetap pekat, bahkan kian pekat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Komandan Pangkalan Udara TNI AU Roesmin Nurjadin, Pekanbaru, Kolonel (Pnb) Andyawan menambahkan, sejak Rabu, Satgas Udara Penanggulangan Bencana Asap tidak mampu terbang menembus ketebalan asap. Rabu, cuaca buruk, dan Kamis kondisinya lebih buruk lagi.

”Kami hanya dapat standby di posko. Tak ada yang dapat terbang dalam cuaca seperti ini,” ujarnya.

Wali Kota Pekanbaru Firdaus, Kamis, kembali memperpanjang masa libur siswa TK sampai SMA hingga Sabtu besok.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber KOMPAS
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.