Kompolnas Dorong Kepolisian Terus Cari Penyelesaian "Bentrok Jayanti"

Kompas.com - 14/03/2014, 06:17 WIB
Imbauan aparat Kepolisian tak dihiraukan dua kelompok warga yang bertika di Mimika, Timika, Papua. Puluhan anggota Dalmas Polres Mimika hanya menjadi penonton ratusan orang dari dua kelompok warga saling panah akibat sengketa lahan di Jayanti, Kampung Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Kamis (6/3/2014). Bentrok ini sudah berlangsung sejak 29 Januari 2014. istimewaImbauan aparat Kepolisian tak dihiraukan dua kelompok warga yang bertika di Mimika, Timika, Papua. Puluhan anggota Dalmas Polres Mimika hanya menjadi penonton ratusan orang dari dua kelompok warga saling panah akibat sengketa lahan di Jayanti, Kampung Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana, Mimika, Kamis (6/3/2014). Bentrok ini sudah berlangsung sejak 29 Januari 2014.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
JAYAPURA, KOMPAS.com — Anggota Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Edi Saputra Hasibuan, mengatakan ada kondisi dilematis yang dihadapi aparat kepolisian dalam menangani konflik antar-warga di Papua. Upaya polisi melerai pertikaian justru membuat personel kepolisian menjadi sasaran serangan warga.

"Polisi dibenarkan untuk melakukan tindakan penegakan hukum ketika situasinya sudah membahayakan masyarakat atau anggota yang bersangkutan. Pada kondisi ini, polisi bisa melakukan pembelaan diri," ungkap Edi Saputra seusai meninjau langsung pelayanan di Kantor Samsat, Kota Jayapura, Papua, Kamis (13/3/2014).

Terkait insiden bentrokan polisi dengan massa kelompok Yulius Hanau yang berbuntut dua orang tewas tertembak dan seorang anggota Brimob terkena panah, Edi mengaku masih menunggu hasil penyelidikan Propam Polda Papua. "Terkait insiden kemarin, kita tunggu hasil penyelidikan internal. Saat ini pengawas internal sedang melakukan pemeriksaan dan investigasi," ungkap Edi.

Edi mengaku mengikuti perkembangan pertikaian warga di Timika. Dia pun mendukung upaya Polda Papua untuk bisa secepatnya mencari penyelesaian atas masalah ini. Menurut dia, upaya persuasif dilakukan polisi bersama TNI dan tokoh masyarakat setempat.

Karenanya, Edi berharap warga dari kedua kelompok yang bertikai dapat menahan diri. Dia meminta warga tak terprovokasi kelompok-kelompok yang tak ingin ketenteraman ada di Papua. "Saya berharap kesadaran dari tokoh adat dan tokoh masyarakat untuk bersama mendukung polisi, TNI, dan pemerintah daerah agar kedua kelompok bertikai dapat segera didamaikan," paparnya.

Massa semakin banyak

Pertikaian antara kelompok Yulius Hanau dan kelompok Pinus Murib yang terlibat sengketa tanah ulayat terus berlanjut di Jayanti, Kampung Mimika Gunung, Distrik Kuala Kencana, Mimika. Bentrok kembali terjadi pada Kamis, mengakibatkan sejumlah warga terluka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Menyusul semakin banyaknya korban jiwa dari kedua kelompok bertikai, kerabat korban di masing-masing kelompok terus berdatangan dan memberi dukungan. Kepala Staf Kodam XVII Cenderawasih, Brigjen TNI Himsa Siburian, mengonfirmasi terus bertambahnya jumlah massa di kedua kelompok yang bertikai.

Himsa mendatangi lokasi bentrok, Senin (10/3/2014). "Awalnya ini masalah adat, tapi berkembang menjadi masalah antar-kampung," ungkap mantan Komandan Kodim 1710 Mimika tersebut.

Saat bertemu tokoh dari masing-masing kelompok, Himsa mengaku meminta pertikaian dihentikan karena tak ada untungnya bagi semua pihak.

"Saya berbicara dengan mereka dengan pendekatan agama. Ya saat berbicara mereka manggut-manggutlah, walaupun permasalahannya tidak semudah itu. Tapi, kami yakinlah permasalahan ini bisa cepat diselesaikan dengan keterlibatan semua pihak, bukan hanya TNI-Polri," ungkap Himsa.

Saat ini, imbuh Himsa, Kodam XVII Cenderawasih sudah menugaskan Komandan Korem 174/ATW Merauke, Brigjen TNI Bambang Haryanto, bergabung bersama Polri serta Muspika Mimika dan Papua menyelesaikan pertikaian perebutan lahan Jayanti itu.

Bentrok ini melibatkan warga dari kelompok Pinus Murib dengan kelompok Yulius Hanau.  Mereka memperebutkan tanah ulayat Jayanti di samping jalan rintisan Trans-Papua, yang menghubungkan Timika dan Waghete, Kabupaten Deiyai.

Pertikaian sudah berlangsung sejak Rabu (29/1/2014). Kedua kubu sempat berdamai pada 21 Februari 2014, tetapi pertikaian kembali terjadi pada Selasa (4/3/2014) dipicu ulah seorang warga yang mabuk. Akibat pertikaian ini, sudah tujuh warga tewas dan tak kurang dari 300 orang terluka.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Ridwan Kamil Janji Usulkan PPKM yang Lebih Proporsional kepada Pemerintah Pusat

Regional
Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Ikuti Rakor Virtual Kampanye 3M, Ridwan Kamil Usulkan Tiga Hal ke Pemerintah Pusat

Regional
BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

BST Mulai Disalurkan di Semarang, Walkot Hendi Jelaskan Teknis Distribusinya

Regional
Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Atasi Dampak Pandemi, Anggota DPRD PDIP hingga Wali Kota Hendi Serahkan Gajinya

Regional
Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Percepat Pemulihan DAS Citarum, Jabar Gandeng Monash University

Regional
Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Kepada Wapres, Ridwan Kamil: Berita Baik, BOR Jabar Turun Terus

Regional
Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Percepat Herd Immunity, Pemkot Semarang Lakukan Vaksinasi Keliling

Regional
Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Dibantu Dompet Dhuafa, Para Guru Ngaji di Lampung Bisa Berkurban

Regional
Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Dinilai Efektif, Kebijakan Ridwan Kamil Atasi Covid-19 Disorot Media Australia

Regional
Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Walkot Madiun Prioritaskan Pembagian Daging Kurban untuk Warga Isoman

Regional
Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Bantu Pulihkan Sektor Kesehatan dan Ekonomi, Disparbud Jabar Ajak Pelaku Ekraf Ikuti Vaksinasi

Regional
Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Jika Kasus Covid-19 Turun, Pemkot Semarang Akan Longgarkan Pembatasan

Regional
Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Bantu Warga Selama PPKM Darurat, Ganjar Minta Kepala Daerah Keluarkan Bansos

Regional
Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Dorong Pendapatan UMKM, Walkot Maidi Minta ASN Belanja Sembako di Toko Terdekat

Regional
Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Gerak Cepat Pasok Oksigen di RS, Pemprov Jabar Gandeng BUMN dan Swasta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X