Kompas.com - 13/03/2014, 22:22 WIB
Ilustrasi korupsi KOMPASIlustrasi korupsi
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com - Empat pimpinan Perusahaan Daerah Bank Pengkreditan Rakyat Badan Kredit Kecamatan (BPR/BKK) Cabang Wonosalam, Kabuputen Demak, Jawa Tengah, dituntut pidana penjara enam tahun.

Empat terdakwa dinilai terbukti telah mengajukan dan menyalurkan kredit fiktif dari data nasabah yang sudah selesai kontrak. Empat terdakwa yakni Irvani sebagai mantan pimpinan Cabang BPR/BKK, Sukisno sebagai mantan Pimpinan Cabang periode 2005-2012, Sunaryo, mantan Kepala Seksi Pemasaran BPR/BKK dan Sugiarto, staf bagian pemrosesan kredit BPR/BKK yang saat ini masih bersatus buron.

Selain menuntut pidana enam tahun, Jaksa Penuntut Umum pada Kejaksaan Negeri Demak juga mengenakan denda Rp 50 juta atau setara empat bulan kurungan terhadap para terdakwa.

"Menyatakan, para terdakwa bersalah sebagaimana dakwaan subsider Pasal 3 UU Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP,” kata Jaksa Nur Farida di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Semarang, Kamis (13/3/2014).

Menurut Farida, para terdakwa telah memenuhi segala unsur dalam pasal 3, yakni setiap orang, menguntungkan diri atau orang lain, menyalahgunakan kewenangan, serta merugikan keuangan negara.

Para terdakwa juga dinilai telah membuat kredit fiktif. Caranya, pengajuan dilakukan sendiri dengan mengatasnamakan data milik nasabah yang sebelumnya telah mengajukan kredit ke PD BPR BKK. Data nasabah diambil dari dari data yang sudah ada dalam BPR tanpa sepengetahuan pemilik kredit.

Tindakan demikian terjadi dalam kurun waktu tahun 2010-2012 dengan total kerugian Rp 4,5 miliar lebih. Namun, ketiga terdakwa, Irvani, Sukisno dan Sugiarto tidak diwajibkan membayar uang pengganti karena dinilai tidak menikmati kerugian dari BPR tersebut.

Keuntungan dari merampok perusahaan daerah itu lebih banyak dinikmati oleh terdakwa Sugiharto yang kini masih buron.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X