Kompas.com - 13/03/2014, 17:17 WIB
Kabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru semakin pekat, Selasa (18/2/2014). Pada hari ini, jumlah titik api di Riau yang berhasil dideteksi satelit Terra dan Aqua mencapai 241 titik api. TRIBUN PEKANBARU/Doddy VladimirKabut asap yang menyelimuti Kota Pekanbaru semakin pekat, Selasa (18/2/2014). Pada hari ini, jumlah titik api di Riau yang berhasil dideteksi satelit Terra dan Aqua mencapai 241 titik api.
EditorFarid Assifa

RIAU, KOMPAS.com - Hari-hari ini, Audina (18), siswi kelas XII SMA Perguruan Witama, Pekanbaru, Riau, dan rekan-rekannya di kota itu seharusnya mendapat bimbingan khusus dari guru menjelang ujian akhir sekolah pada Senin (17/3). Namun, kabut asap pekat memaksa mereka harus libur.

"Menurut rencana, ujian akhir sekolah (UAS) dilaksanakan Senin, tetapi sampai sekarang sekolah belum mendapatkan kepastian mengenai jadwalnya. Guru mengatakan, mereka masih menunggu arahan dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Ada kemungkinan UAS akan diundur,” ujar Audina, Rabu (12/3/2014).

Meskipun belajar di rumah, tak berarti mereka bisa bebas dari "serbuan" asap. "Semua pintu, jendela, dan lubang angin memang sudah ditutup, tetapi asap bisa menyusup ke dalam rumah, kecuali jika AC (air conditioner) dinyalakan," kata Audina.

Selain Pekanbaru, yang meliburkan semua sekolah mulai Senin hingga Kamis (13/3/2014), sejumlah kabupaten lain di Riau juga meliburkan siswa-siswinya. Bahkan, kebijakan itu juga ditiru perguruan tinggi di Pekanbaru, antara lain Universitas Riau dan Universitas Islam Riau.

Bupati Siak Syamsuar, saat dihubungi, membenarkan, selain wilayahnya, ada empat kabupaten lain yang meliburkan siswanya, yaitu Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, dan Kuantan Singingi. Di Kota Dumai dan Bagansiapi-api, kepala dinas pendidikan setempat juga meliburkan sekolah meskipun terbatas pada tingkat taman kanak-kanak hingga kelas III sekolah dasar.

"Kondisi kabut asap di Siak sejak beberapa hari terakhir ini sudah sangat berbahaya untuk kesehatan. Karena itu, saya meliburkan mereka agar tak terkena ISPA (infeksi saluran pernapasan akut)," ujar Syamsuar.

Syamsuar mengatakan, siswa kelas XII SMA tetap masuk karena akan menghadapi UAS. "Mereka masuknya lebih siang, pukul 09.00. Harapannya, kabut asap bisa menipis," katanya.

Tak tahu ke mana

Audina hanya salah seorang dari 5 juta warga Riau yang kini tak tahu ke mana lagi harus mengadu. Di balik daya tahan mereka menghadapi bencana yang setiap tahun terus terjadi, siapa yang tak kehilangan kesabaran?

Kesabaran mereka tentu menipis akibat terkikis asap yang mencemari seperti tak habis-habisnya. Apalagi ketika terjadi kematian yang diduga akibat banyak menghirup asap di lokasi pembakaran hutan.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.