Satwa Langka Marak Diperjualbelikan di Jawa Timur (1)

Kompas.com - 12/03/2014, 13:31 WIB
Burung beo (Dracula Religiosa) yang dilindungi, dijual secara bebas di Pasar Larangan, Sidoarjo. SURYA/Miftah FaridlBurung beo (Dracula Religiosa) yang dilindungi, dijual secara bebas di Pasar Larangan, Sidoarjo.
EditorCaroline Damanik

SURABAYA, KOMPAS.com — Perdagangan satwa langka masih saja terjadi di Indonesia. Di Jawa Timur, penjualan satwa dilindungi malahan dengan mudah ditemukan di sejumlah pasar burung di kota-kota besar, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, hingga Malang.

Di Sidoarjo, Surya memantau perdagangan satwa lindung itu di Pasar Larangan. Di sini, Surya mendapati beberapa pedagang secara terang-terangan menjual burung nuri kasturi (Lorius lori) dan beo (Dracula religiosa).

Dua burung ini masuk daftar dilindungi. Meski begitu, penjual santai saja menawarkan dengan cara memajang dan memamerkannya kepada pengunjung pasar. Terlihat sekali penjual tidak khawatir ada razia atau tepergok petugas yang menyamar.

Seorang penjual beo mengatakan, peminat burung yang pandai menirukan suara orang itu cukup banyak. Ia punya seekor, tetapi sudah berada di tangan kolektor.

“Laku Rp 1 juta. Yang beli titip, nanti mau diambil,” ujarnya.

Burung beo yang hidup di kawasan hutan Kalimantan, Jawa, Bali, hingga Sumatera, itu memang sulit dicari. Ini yang kemungkinan menyebabkan minimnya pasokan beo ke pasar burung terbesar di Sidoarjo itu.

Masih di Pasar Larangan, Surya menemukan dua pedagang yang menjual burung nuri kasuari. Burung asal Papua itu dibanderol Rp 650.000 per ekor. Itu pun burung sudah dalam kondisi jinak.

SURYA/Miftah Faridl Burung nuri kastuari (Lorius Lori) asal Papua yang dijual di Pasar Larangan Sidoarjo.

Seorang pedagang mengatakan, tak gampang mendapatkan burung paruh bengkok itu. Ia punya dua ekor burung nuri kasuari. Yang satu sengaja dipamerkan di luar sangkar dengan kaki dirantai. Lainnya diletakkan di sangkar kotak. Surya mencoba menawar burung itu Rp 400.000. Namun, pedagang itu enggan melepaskan burung yang masuk daftar lindung sejak 1970 itu.

Nuri kasuari juga dipajang di stan pedagang lain. Di sini burung cantik ini ditempatkan di kandang terbuka dengan kaki dirantai. Penjual menawarkan burung ini sambil menceritakan keunggulannya.

“Kasuari ini bisa ngoceh, beda dengan bayan yang suaranya hanya ciet, ciet, ciet,” ujarnya sembari menirukan suara burung.

Nuri kasuari termasuk satwa berisiko rendah atau stabil perkembangbiakannya. Oleh International Union for Conservation of Nature (IUCN) dan juga Conference International for Endangered Species of Flora and Fauna (CITES), satwa ini dimasukkan dalam daftar Apendik II yang berarti terancam punah apabila perdagangan liar terus berlanjut.

Meski begitu, Pemerintah Indonesia tetap memasukkan nuri kasturi ini dalam daftar satwa dilindungi berdasarkan Keputusan Menteri Pertanian No 421/Kpts/Um/8/1970 dan dikuatkan oleh PP No 7/1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa. Saat ini, populasi burung ini di habitatnya tersisa 100.000 ekor saja. (idl/ben)


Bersambung: Masuk Bui Tak Bikin Pedagang Satwa Lindung Jera (2)



Sumber
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Dua Paket Diduga Sabu Ditemukan di Lapas Kelas II A Ambon

Regional
Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Laju Pertumbuhan Kubah Lava Gunung Merapi 8.500 Meter Kubik Per Hari

Regional
Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Sepekan Terakhir, Gunung Merapi Keluarkan 128 Kali Guguran Lava Pijar

Regional
Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Diperkosa Kenalan Facebook, Seorang Siswi SMP Ditinggalkan Dalam Kebun

Regional
Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Melanggar Jam Malam, Kafe dan Rumah Makan di Kota Malang Dikenai Sanksi

Regional
Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Viral di Medsos, Fenomena Awan Arcus Terlihat di Langit Bandara YIA Kulon Progo

Regional
Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Hari Ke-7 Pencarian Sriwijaya Air SJ 182, Keluarga Pilot Afwan: Kami Ikhlas

Regional
Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Gubernur Sulsel Siapkan Rumah Sakit untuk Rawat Korban Gempa Sulbar

Regional
Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Tenaga Kesehatan di Daerah 3T di Maluku Dibolehkan Gunakan Dana Kesehatan untuk Urusan Vaksinasi

Regional
Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Seorang Mahasiswi Diperkosa lalu Ditinggal di Arena MTQ Tengah Malam

Regional
Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Gerebek 2 Pabrik Miras di Banyumas, Polisi Amankan 365 Liter Tuak

Regional
Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Wali Kota Palembang usai Disuntik Vaksin Covid-19: Saya Jadi Lebih Sehat

Regional
Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Terlibat Penipuan Rp 100 Juta dan Jadi Buronan, Wanita Ini Ditangkap

Regional
Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Mengenang Masa Kecil Bagian I: Nangis Pingin Dibeliin Sepeda dan Domba

Regional
60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

60.000 Warga Terima BST Rp 300.000 Selama PPKM di Badung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X