Riau Perpanjang Kembali Masa Darurat

Kompas.com - 12/03/2014, 08:07 WIB
Sejumlah kendaraan melintasi jalan layang di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, yang diselimuti kabut asap, Senin (24/2/2014). Kabut asap di Pekanbaru semakin bertambah pekat akibat kebakaran lahan dan hutan, menurut data BMKG Pekanbaru melalui satelit Terra dan Aqua terdapat 1.234 hotspot di Riau. TRIBUN PEKANBARU/Doddy VladimirSejumlah kendaraan melintasi jalan layang di Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, yang diselimuti kabut asap, Senin (24/2/2014). Kabut asap di Pekanbaru semakin bertambah pekat akibat kebakaran lahan dan hutan, menurut data BMKG Pekanbaru melalui satelit Terra dan Aqua terdapat 1.234 hotspot di Riau.
EditorGlori K. Wadrianto

PEKANBARU, KOMPAS.com - Hingga Selasa (11/3/2015) sore kemarin, kabut asap yang menyelimuti wilayah Provinsi Riau belum menunjukkan tanda-tanda akan berkurang. Kabut asap justru semakin pekat.

Hal itu berdampak tak hanya meliburkan anak-anak sekolah dari taman kanak-kanak hingga sekolah menengah atas—yang semakin diperluas ke enam kabupaten dan kota lain di Provinsi Riau—tetapi juga memperpanjang masa darurat asap.

Bupati Siak Syamsuar, saat dihubungi, mengatakan, enam kabupaten dan kota yang siswa TK hingga SMA-nya diliburkan itu adalah Kota Pekanbaru, Kabupaten Kampar, Rokan Hulu, Pelalawan, Siak, dan Kuantan Singingi. Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru meliburkan semua siswa sejak Senin hingga Kamis (13/3/2014) besok.

Kini, kebijakan meliburkan sekolah diikuti oleh pengelola Universitas Riau dan Universitas Islam Riau. Bahkan, Kota Dumai dan Bagansiapi-api pun ikut meliburkan sekolah meski terbatas pada TK hingga kelas III sekolah dasar.

”Kondisi kabut asap di Siak sejak beberapa hari terakhir sudah berbahaya buat kesehatan. Kami meliburkan semua murid, kecuali pelajar SMA kelas III yang akan menghadapi ujian akhir sekolah. Namun, siswa kelas III SMA itu masuknya menjadi pukul 09.00,” kata Syamsuar.

Menurut dia, pihaknya terus berupaya memadamkan titik-titik api yang menjadi penyebab kabut asap. ”Terus terang kami sangat kewalahan karena peralatan minim dan sumber air di lapangan juga sulit ditemukan,” ujar Syamsuar.

Asisten I Pemerintah Provinsi Riau Abdul Latif menyebutkan, kondisi darurat asap Riau diperpanjang untuk kedua kalinya selama 14 hari ke depan. Sebelumnya, Gubernur Riau Annas Maamun menetapkan kondisi darurat mulai 26 Februari sampai 12 Maret ini.

”Melihat kondisi kebakaran lahan dan hutan yang sampai saat ini masih belum dapat ditanggulangi, kami terpaksa memperpanjang kondisi tanggap darurat,” kata Latif. (SAH/ITA/ZAK/IRE)

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber KOMPAS
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rumah Kos di Bandung Digerebek,  Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Rumah Kos di Bandung Digerebek, Produksi Tembakau Gorila Dalam Kemasan Kacang

Regional
Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Remaja Putri di Makassar Jadi Korban Teror Sperma

Regional
Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Mabuk Berat, Turis Meksiko Tabrakan Diri ke Mobil

Regional
5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

5 Fakta Puluhan Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas, Terbongkar Setelah Siswa Kabur dari Sekolah

Regional
Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Telusuri Sejarah Banten, Pemprov Kirim Utusan ke Belanda

Regional
Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Dianggap Berkah, Kurma yang Dipanen di Halaman Masjid Jadi Rebutan Warga Tasikmalaya

Regional
Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Banjir 1 Bulan Menggenangi 2 Desa di Sidoarjo

Regional
Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Gara-gara Mi Instan, 2 Siswa SMP Berkelahi dan 1 Orang Dilarikan ke RS

Regional
Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X