4 Kali Diperiksa sebagai Tersangka, Eks Bupati Karanganyar Tak Ditahan

Kompas.com - 10/03/2014, 21:03 WIB
Mantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih didampingi para pengacara usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka untuk yang ketiga kalinya di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Rabu (8/1/2014) KOMPAS.com/PUJI UTAMIMantan Bupati Karanganyar Rina Iriani Sri Ratnaningsih didampingi para pengacara usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka untuk yang ketiga kalinya di Kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah, Rabu (8/1/2014)
|
EditorFarid Assifa

SEMARANG, KOMPAS.com — Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah kembali memeriksa mantan Bupati Karanganyar, Rina Iriani, dalam kapasitasnya sebagai tersangka korupsi, Senin (10/3/2014). Rina yang sudah empat kali diperiksa itu hadir memenuhi panggilan penyidik untuk diminta memberi keterangan dalam kasus dugaan pencucian uang.

Mantan orang nomor satu di Kabupaten Karanganyar itu hadir di kantor Kejaksaan Tinggi Jawa Tengah (Kejati Jateng), Jalan Pahlawan, Semarang, pada pukul 10.00 WIB. Sore, sekira pukul 15.30 WIB, Rina telah meninggalkan ruang pemeriksaan.

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jateng Eko Suwarni mengatakan, Rina diperiksa dalam kasus pencucian uang. Pemeriksaan dalam perkara tersebut masih belum selesai.

"Pemeriksaan masih belum selesai. Kami jadwalkan kembali pada Jumat, 14 Maret 2014," kata Eko Suwarni seusai pemeriksaan, Senin sore.

Penyidik menjerat Rina dengan dua kasus hukum sekaligus. Pertama, kasus subsidi perumahan Griya Lawu Asri (GLA) dari Kementerian Perumahan Rakyat dengan Spindik Nomor Print: 37/O.3/F.d.1/11/2013 tertanggal 13 November 2013.

Rina berperan dalam merekomendasikan Koperasi Serba Usaha (KSU) Sejahtera sebagai lembaga keuangan mikro (LKM)/lembaga keuangan non-bank (LKBN) yang berhak menyalurkan bantuan subsidi perumahan kepada Menpera tanpa melalui verifikasi dan rekomendasi dinas koperasi setempat.

Kedua, pada 8 Januari 2014, Rina ditetapkan dalam kasus pencucian uang. Penetapan tertuang pada Sprindik Nomor Print: 01/O.3/F.d.2/01/2014. Dia diduga menyamarkan harta kejahatan dari hasil korupsi di luar laporan harta kekayaan negara yang telah dilaporkan.

Meski sudah diperiksa empat kali, Rina masih belum ditahan secara fisik di rumah tahanan negara. Kejati Jateng berkeyakinan bahwa Rina masih berlaku kooperatif sehingga tak memerlukan penahanan lebih awal.

Secara terpisah, Eko Haryanto, pegiat anti-korupsi dari Komite Penyelidikan dan Pemberantasan Korupsi Kolusi dan Nepotisme (KP2KKN) Jateng menuding, Kejati Jateng telah membeda-bedakan kasus yang ditangani. Dia mengecam langkah Kejati Jateng yang sampai saat ini tidak menahan tersangka.

"Ada apa dengan Kejati yang tidak mau menahan Rina? Dia ini disangka melakukan dua tindak pidana, tidak ditahan. Ada tersangka lain yang hanya disangka satu tindak pidana, tetapi ditahan," kata Eko Haryanto, Senin malam.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Soal Potensi Besar Luwu Utara, Bupati IDP: Infrastruktur Masih Harus Ditingkatkan

Regional
Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Pembuangan Limbah Pabrik di Jalanan Cianjur Berpotensi Mencemari DAS Citarum

Regional
Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Wali Kota Hendi Pastikan Jokowi Akan Tinjau Vaksinasi Tahap 2 di Kota Semarang

Regional
Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Kasus Covid-19 di Jateng Melandai, Ganjar Minta Upaya 3T Terus Digenjot

Regional
Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Resmikan Tempat Fisioterapi, Wali Kota Hendi Motivasi Penderita Cerebral Palsy

Regional
KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

KM Fajar Baru 8 Terbakar Saat Bersandar di Pelabuhan Rakyat Sorong, Korban Jiwa Nihil

Regional
Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Kacang Tak Lupa Kulit, Ganjar Sempatkan Diri Sowan ke Rumah Indekos Semasa Kuliah

Regional
'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X