Indeks Polutan Tunjukkan Kualitas Udara di Riau Berbahaya

Kompas.com - 10/03/2014, 19:00 WIB
Asap dari kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 22 Juni 2013. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama Pemerintah Indonesia, meminta maaf kepada negara-negara yang terkena imbas atas asap Riau. AP PHOTO / RONY MUHARMANAsap dari kebakaran hutan di Pekanbaru, Riau, 22 Juni 2013. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, atas nama Pemerintah Indonesia, meminta maaf kepada negara-negara yang terkena imbas atas asap Riau.
EditorCaroline Damanik

PEKANBARU, KOMPAS.com
- Sepuluh mesin Indeks Standar Polutan Udara (ISPU) yang ditempatkan di berbagai lokasi di Provinsi Riau merekam bahwa kualitas udara di provinsi tersebut menurun drastis hingga berstatus berbahaya atau "hazardous" bagi kesehatan manusia.

"Data status kualitas udara berbahaya ini sudah kami terima sejak Minggu (9/3)," kata Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zainal Arifin, kepada pers di Pekanbaru, Senin (10/3/2014).

Dalam rilis yang diterima, Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana Kabut Asap Riau di Pekanbaru menyebutkan, alat ISPU milik PT Chevron Pasific (CPI) Rumbai, merekam polutan standar indeks (psi) mencapai angka 359,3 psi yang berarti berbahaya.

Alat yang sama yang juga berada di Minas, Siak dan Duri Camp serta Duri Field, Bengkalis, masing-masing mencatat angka lebih tinggi, yaitu 500 psi. Di Kota Dumai, alat ISPU milik Chevron juga merekam angka 391 psi, sedangkan di Siak Sri Indrapura mencapai 348 psi. Di Kandis tercatat angka 434 psi, Perawang 454 psi, Bangko 500 psi dan di Libo juga menembus angka 500 psi.


Menurut Zainal Arifin, jika angka yang tercatat di ISPU lebih dari 300 psi, maka kondisi udara dikategorikan telah mencapai tingkat pencemaran yang telah membahayakan kesehatan manusia.

Sementara itu, tiga alat ISPU milik pemerintah daerah yang dipasang di tiga kawasan Kota Pekanbaru masih menunjukkan angka 135 hingga 295 yang artinya tidak sehat dan sangat tidak sehat, namun belum membahayakan kesehatan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Antara
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Tak Lagi Diusik, Pemkab Ciamis Didesak Terbitkan Buku Sejarah Galuh

Regional
Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Direkomendasikan PDI-P untuk Pilkada Lamongan, Begini Komentar Sholahuddin

Regional
Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Mentan Syahrul Yasin Limpo Lepas Ekspor Komoditas Sumut Senilai Rp 79,6 Miliar

Regional
Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Mengendarai Motor Saat Mabuk, Petugas Satpol PP Tabrak Angkot

Regional
Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Penumpang Minibus yang Terguling di Tol Jombang Berasal dari Mojokerto

Regional
Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Khofifah Ucapkan Selamat untuk Persebaya Surabaya

Regional
Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Pengakuan Polisi Gadungan di Palembang yang Tipu Pacarnya Seorang TKI

Regional
Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Sewakan Kamar Kontrakan untuk Praktik Prostitusi, IRT di Cianjur Dibui

Regional
Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Dikritik Wapres soal Angka Kemiskinan, Ini Tanggapan Gubernur NTB

Regional
Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Tipu Seorang TKI, Polisi Gadungan di Palembang Ditangkap

Regional
Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Drama Perampokan Toko di Prabumulih, Penjaga Toko dan Bayi 10 Bulan Disekap Selama 1 Jam

Regional
Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Naik Angkot, Paslon Independen Pilkada Samarinda Hantar 59 Boks Syarat Dukungan

Regional
Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Surya Paloh Instruksikan Seluruh Kader Nasdem Dukung RUU Omnibus Law

Regional
Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Komandan TNI di Medan Terbukti Nikahi Siri Istri Orang, Divonis 8 Bulan Penjara

Regional
Vianita Siksa Keponakan hingga Tewas Saat Suami Pergi Kerja

Vianita Siksa Keponakan hingga Tewas Saat Suami Pergi Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X