Kompas.com - 07/03/2014, 00:04 WIB
Seekor hama babi dibantai oleh tim pemburu karena meresahkan warga dan petani di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Hingga saat ini dinas terkait belum turun tangan kendati berulang kali dilaporkan oleh masyarakat. (DESI) Kompas.Com/DESI SAFNITA SAIFANSeekor hama babi dibantai oleh tim pemburu karena meresahkan warga dan petani di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh. Hingga saat ini dinas terkait belum turun tangan kendati berulang kali dilaporkan oleh masyarakat. (DESI)
|
EditorCaroline Damanik

BIREUEN, KOMPAS.com - Puluhan babi hutan meresahkan warga di sejumlah desa di Kecamatan Juli, Kabupaten Bireuen, Aceh, belakangan ini. Kawanan babi hutan itu merusak sawah dan masuk pemukiman pada malam hari. Akibatnya, puluhan hektar kebun maupun sawah petani rusak.

Jasrial, Ketua Tim Pemburu Hama Babi, mengatakan, sudah beberapa kali menyampaikan laporan terkait hama babi hutan ini ke pemerintah setempat. Namun, hingga hari ini, pemerintah setempat belum menyikapinya.

“Desa terparah hama babi yakni Juli Keude Dua, Juli Meunasah Tanjong dan Juli Meunasah Tambo yang butuh penanganan serius,” katanya, Kamis (6/3/2014).

Karena tak mendapatkan respon positif, akhirnya untuk memburu kawanan babi hutan itu, warga dibantu tim pemburu membiayai sendiri semua kebutuhan yang diperlukan selama pengusiran hama.

Warga akhirnya merogoh kantong pribadi untuk melakukan perburuan selama satu hari penuh. Dengan disertai puluhan anjing pemburu, mereka biasanya menggunakan tombak dan parang untuk memburu babi hutan.

Beberapa tim yang berjumlah kira-kira belasan orang setiap timnya mulai menyebar di sejumlah titik yang dicurigai menjadi lokasi babi hutan mencari makan. Mereka bisa menangkap atau langsung membunuh babi hutan yang mereka temui.

Dalam satu hari, menurut Jasrial, mereka bisa menangkap belasan babi di kawasan kebun dan sawah warga. Namun demikian, Jasrial memperkirakan masih terdapat puluhan babi hutan yang berkeliaran di sekitar tiga desa di Kecamatan Juli. Sambil berupaya untuk membasmi babi hutan, warga tetap berharap pemerintah kabupaten segera menindaklanjuti laporan mereka dan membantu mengusir babi hutan yang meresahkan warga.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.