Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ruhut: Polisi Tak Boleh Abaikan Kasus Penembakan Kucing!

Kompas.com - 06/03/2014, 14:49 WIB
Indra Akuntono

Penulis


JAKARTA, KOMPAS.com
 — Anggota Komisi III DPR Ruhut Sitompul mendesak pihak kepolisian mengusut tuntas kasus penembakan hewan yang terjadi di daerah. Ruhut khawatir kasus-kasus pembunuhan hewan dapat memberi dampak lebih buruk jika tidak mendapat perhatian serius.

Ruhut menuturkan, di negara-negara maju di dunia, aksi pembunuhan pada hewan yang tak berbahaya diancam dengan sanksi tegas. Bahkan, pelakunya dapat dipidana jika terbukti tak mengalami gangguan jiwa.

"Kepolisian tidak boleh mengabaikannya, bahkan harus diusut tuntas karena ini bisa meningkat ke hal yang lebih mengerikan," kata Ruhut di Kompleks Gedung Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis (6/3/2014).

Sama halnya dengan negara lain, kata Ruhut, pelaku penembakan hewan harus dibawa ke psikiater. Saat tak terbukti mengalami gangguan jiwa, maka yang bersangkutan wajib diadili di depan hukum.

Diberitakan sebelumnya, organisasi pencinta binatang Animal Defenders Indonesia melaporkan aksi penembakan kucing yang diunggah di media sosial oleh pemilik akun Danang Sutowijoyo pada bulan Mei 2013. Pemilik akun tersebut berdomisili di Sleman, Yogyakarta, sehingga laporan dimasukkan ke Polres Sleman.

Danang mengunggah foto kucing yang mati setelah ditembaknya ke media sosial. Unggahan foto itu dilengkapi dengan keterangan bahwa penembakan kucing itu dilakukan dengan senapan angin "Sharp Tiger" yang memiliki proyektil kaliber 4,5 milimeter.

Danang mengaku menembak kucing dari jarak sekitar 20 meter dengan 12 kali pompa senapan. Peluru dari senapan itu menembus bagian kepala. Kucing tersebut akhirnya tewas setelah kejang selama sekitar dua menit. Hal itu kemudian menjadi pembicaraan di media sosial. Banyak pihak mengecam pelaku.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Baca tentang
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com