Penembak Kucing Dilaporkan dengan Pasal Penyiksaan Binatang

Kompas.com - 05/03/2014, 18:37 WIB
KOMPAS.com/Wijaya Kusuma Perwakilan Animal Defenders Indonesia saat menyerahkan data dan bukti dari akun media sosial milik Danang Sutowijoyo terkait penembakan kucing ke Mapolres Sleman, Rabu (5/3/2014).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com — Aksi Danang Sutowijoyo menembak kucing dan memamerkan korbannya di media sosial mendorong Yayasan Animal Defenders Indonesia untuk melaporkannya ke kepolisian.

Menurut Ganisha Bimadhistya, dari divisi hukum Animal Defenders Indonesia, aksi Danang telah melanggar hak hidup hewan, seperti yang tertera pada KUHP tentang penyiksaan terhadap binatang.

"Kita laporkan dengan Pasal 302 ayat 2 KUHP tentang penyiksaan terhadap binatang. Ancamannya sembilan bulan penjara," kata Ganisha Bimadhistya ketika ditemui di Markas Polres Sleman, Rabu (5/3/2014).

Kucing, anjing, atau satwa apa pun seharusnya hidup bebas dari ancaman penganiayaan dan pembunuhan yang tidak perlu, ujar Ganisha.


"Lebih tragis lagi, aksi itu dilakukan untuk menguji kemampuan senapan anginnya. Dan, dia mengaku sudah menembak lima kucing," tandas Ganisha.

Dia menambahkan, semua satwa, baik yang terdaftar maupun tidak, dilindungi undang-undang. Hewan ternak yang dagingnya memiliki nilai ekonomis pun dilindungi secara undang-undang.

"Hukum harus ditegakkan, dan penegak hukum jangan segan-segan menindak pelaku penganiayaan hewan," dia menegaskan.

Pihaknya berharap, kasus Danang Sutowijoyo akan menjadi pelita bagi harapan para pemerhati hak satwa di Indonesia. Pelaporan atas penembakan kucing itu juga sebagai peringatan agar tidak ada kasus penganiayaan dan pembunuhan hewan.

Dalam laporannya ke kepolisian, Yayasan Animal Defenders Indonesia menyertakan foto-foto yang diunggah Danang di akun Twitter dan Facebook.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pasca-bentrok di Asrama Mahasiswa, Janji Risma Akan Renovasi hingga Didatangi Fadli Zon

Pasca-bentrok di Asrama Mahasiswa, Janji Risma Akan Renovasi hingga Didatangi Fadli Zon

Regional
Kisah Petrus Pitoy, Petani Moke Sejak Kecil hingga Mampu Kuliahkan 2 Anaknya Jadi Sarjana

Kisah Petrus Pitoy, Petani Moke Sejak Kecil hingga Mampu Kuliahkan 2 Anaknya Jadi Sarjana

Regional
2 SSK Brimob Tiba di Timika Papua untuk Pulihkan Situasi Keamanan

2 SSK Brimob Tiba di Timika Papua untuk Pulihkan Situasi Keamanan

Regional
Muncul Wacana Bekasi Gabung Jakarta dan Bogor Raya, Ini Kata Ridwan Kamil

Muncul Wacana Bekasi Gabung Jakarta dan Bogor Raya, Ini Kata Ridwan Kamil

Regional
Air Bersih Tiba-tiba Muncul dari Lahan Gersang, Pemkab Gunungkidul Kirim Ahli

Air Bersih Tiba-tiba Muncul dari Lahan Gersang, Pemkab Gunungkidul Kirim Ahli

Regional
Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 300 Meter

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi dengan Tinggi Kolom Abu 300 Meter

Regional
Kayu Bajakah Dilarang Keluar Kalteng, Dijual Bebas di Banjarmasin

Kayu Bajakah Dilarang Keluar Kalteng, Dijual Bebas di Banjarmasin

Regional
Kasus TKI Alis Juariah, Bupati Cianjur Diminta Turun Tangan

Kasus TKI Alis Juariah, Bupati Cianjur Diminta Turun Tangan

Regional
Kisah Sri Slamet, Lansia yang Pilih Berjualan Bensin Eceran daripada Melamun di Rumah

Kisah Sri Slamet, Lansia yang Pilih Berjualan Bensin Eceran daripada Melamun di Rumah

Regional
Ini 9 Fakta Kasus Pembunuhan Taruna ATKP, dari Kronologi hingga Vonis 10 Tahun Penjara

Ini 9 Fakta Kasus Pembunuhan Taruna ATKP, dari Kronologi hingga Vonis 10 Tahun Penjara

Regional
Siswa SMA Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Siswa SMA Anak Eks Ketua KPUD Nias Utara Ditemukan Tewas Bersimbah Darah

Regional
Ini Bocah Pedagang Asongan yang Dicari Via Vallen karena Video Hormat Bendera

Ini Bocah Pedagang Asongan yang Dicari Via Vallen karena Video Hormat Bendera

Regional
Gara-gara Hutang, Calon TKI Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Ibu dan Anak

Gara-gara Hutang, Calon TKI Sewa Pembunuh Bayaran untuk Habisi Ibu dan Anak

Regional
Kantin Salman ITB, Saksi Sejarah Orang-orang Berpengaruh di Indonesia

Kantin Salman ITB, Saksi Sejarah Orang-orang Berpengaruh di Indonesia

Regional
Hindari Broker Tanah, Gubernur Kaltim Dilarang Sebut Lokasi Pasti Pemindahan Ibu Kota Negara

Hindari Broker Tanah, Gubernur Kaltim Dilarang Sebut Lokasi Pasti Pemindahan Ibu Kota Negara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X