Kompas.com - 05/03/2014, 12:46 WIB
Awang Faroek Ishak, memotong tumpeng di perayaan ulang tahun dengan didampingi istri KOMPAS.com / YOVANDA NONIAwang Faroek Ishak, memotong tumpeng di perayaan ulang tahun dengan didampingi istri
|
EditorGlori K. Wadrianto
SAMARINDA, KOMPAS.com – Ancaman pengunduran diri semua pejabat struktural di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Timur (Kaltim), karena honor dan insentif yang sedikit, membuat Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak geram.

Gubernur tegas menyatakan akan memecat semua staf KPU, jika surat pengunduran diri semua pejabat struktural mengancam mundur dari jabatannya.

“Saya pecat semua kalau mereka mengancam mundur. Saya tidak mau diancam-ancam seperti itu. Ini tugas nasional harus dijalankan sebaik-baiknya, masih banyak kok penggantinya,” kata Awang, Rabu (5/3/2014).

Dijelaskan Awang, selama ini, pemprov sudah meminta semua staf KPU agar bekerja maksimal.

“Pejabat KPU itu bekerja untuk negara, harus bekerja dengan baik, dan mengedepankan urusan negara. Kenapa soal honor saja diributkan sampai harus mengancam Gubernur,” kata Awang.

Awang juga mengaku heran dengan keputusan semua staf yang seharusnya berjuang untuk negara.

Di pihak lain, Awang meminta semua jajarannya untuk mendengar semua keluhan para staf KPU yang mengancam mundur tersebut. “Mereka semua kan PNS, mereka tahu apa tugasnya. Makanya saya heran waktu baru baca di koran. Saya perintahkan semua jajaran untuk mendengar keluhan mereka. Semuanya termasuk KPU juga untuk berkomunikasi langsung,” ungkapnya.

Awang menjelaskan, jika dia akan memecat, maka yang dipecat adalah semua pejabat dari KPU, dan tidak memecat status PNS-nya.

“Menurut perundang-undangan, mereka dapat honor dari KPU. Akan dicek semua, namun yang penting bagi saya pekerjaan mereka beres, soal tunjangan jangan khawatir. Kita tidak masalah kalau kita yang dibebankan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, delapan pejabat strukturan KPU Kaltim berencana mundur beramai-ramai lantaran keberatan dengan honor dan insentif yang kecil. Pada tahun 2013 mereka mendapat honor Rp 8,5 juta, malah dipangkas menjadi Rp 4 juta pada tahun 2014. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.