Kompas.com - 05/03/2014, 10:55 WIB
|
EditorCaroline Damanik

SAMARINDA, KOMPAS.com – Baru genap sebulan anggota komisioner baru dilantik, para pejabat di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Timur malah berencana mengundurkan diri. Mereka ramai-ramai berencana mundur gara-gara keberatan dengan kecilnya honor insentif yang diterima.

Tercatat, ada delapan orang pejabat yang hendak mengundurkan diri, yakni Sekretaris KPU Kaltim, Kabag Hukum dan Humas, Kabag SDM, Kabag Umum, Kasub Logistik, Kasub Keuangan, Kasub Teknis dan Kasub SDM. Mereka sudah membuat surat pengunduran diri dan akan menyerahkannya ke Gubernur Kaltim dalam waktu dekat.

Sejumlah pejabat bahkan sudah mengangkut barang pribadinya dari ruang kerja kantornya. Kabag Hukum dan Humas KPU Kaltim Agus Hari Kusuma mengungkapkan, semua pejabat di KPU Kaltim telah membuat surat pernyataan mundur dari jabatannya. Mereka mundur karena pemberian insentif tak sama dengan SKPD lainnya.

“Sesuai UU Pemilu, sebelum komisioner KPU Kaltim dibentuk, harus dibentuk dulu perangkatnya yakni sekretariat. Kami dijanjikan menduduki jabatan dengan tunjangan sesuai eselon,” kata Agus (4/3/2014).

Namun, lanjutnya, lalu terbit Pergub Kaltim yang dikeluarkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang mengatur bahwa tunjangan jabatan semua pejabat masuk dalam non-eselon.

“Tugas dan tangung jawab di KPU sangat berat dan beresiko, salah-salah bisa berurusan dengan hukum. Insentif yang dibayarkan kepada kami berdasarkan golongan ini hanya Rp 3 juta, sama dengan staf biasa di SKPD lainnya. Kalau kami dibayar sebesar itu lebih baik kami semua mundur,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu komisioner KPU, M Taufik mengatakan jika sudah mendengar rumor tersebut. Taufik mengaku sangat menyayangkan persoalan tersebut lantaran bisa mengancam terlaksananya Pemilihan Legislatif pada 9 April nanti.

“Saya sudah dengar rencana pengunduran diri tersebut. Tapi komisioner belum bisa mengambil kebijakan apa-apa karena, belum menerima tembusan surat pengunduran diri tersebut,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, dua perhelatan politik di tahun 2014 akan segera digelar.

"Proses lelang dan beberapa lainnya perlu tanda tangan sekretaris, sebab sekretaris itu KPA (Kuasa Pengguna Anggaran). Sehingga lelang Form C dan D untuk Pileg nanti, tidak bisa kalau sekretaris tidak tanda tangan. Ini bukan hanya mengganggu tahapan, bahkan terancam Pileg gagal,” sebutnya.

Taufik berharap, Pemprov Kaltim sebagai induk para pejabat struktural di Sekretariat KPUD Kaltim segera mengambil langkah bijak mengatasi persoalan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Ridwan Kamil Temui Investor di Inggris, Jabar Jajaki Kerja Sama Pengembangan PLTB dan Ekraf

Regional
Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Pastikan Calon Haji Terbang ke Tanah Suci, Dinkes Jabar Gulirkan Program “Jabar Nyaah ka Jamaah”

Regional
3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

3 Strategi Bupati Jekek untuk Cegah Endemi PMK di Wonogiri

Regional
Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Berdayakan Perempuan, PPLIPI Jabar Gelar Pelatihan Bisnis Berintegrasi

Regional
Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Perkuat Kualitas Pola RKPD, Pemprov Jabar Gagas Inovasi Pendanaan Pembangunan Kompetitif

Regional
Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Selamat, Jatim Berhasil Kumpulkan Total 11 Opini WTP dari BPK

Regional
Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Buka Turnamen Basket Antar Klub Se-Kaltara, Gubernur Zainal: Ini Merupakan Sejarah

Regional
Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Ganjar Siapkan Dua Langkah Jitu untuk Tangani Banjir Rob di Tanjung Emas

Regional
Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Dishub Jabar Sebut Mudik Lebaran 2022 Berjalan Lancar meski Macet

Regional
Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Bantu UMKM di Tempat Wisata, Pemprov Jabar Upayakan Standardisasi Harga

Regional
Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Kangen: Kisah Antara Aku, Kau dan Yogya

Regional
Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Khofifah Jadi Pembina K3 Terbaik, Jatim 4 Kali Berturut-turut Raih Penghargaan K3 Nasional

Regional
Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Dani Ramdan Dilantik sebagai Pj Bupati Bekasi, Wagub Uu Sampaikan Pesan Ini

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Kasus Covid-19 di Jabar Mereda, Warga Diminta Waspadai Penyakit Emerging dan Re-emerging

Regional
Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Di Italia, Ridwan Kamil Singgung Pemanasan Global hingga Kondisi Pascapandemi

Regional
komentar di artikel lainnya
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.