Kompas.com - 05/03/2014, 10:55 WIB
Komisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD di tempat pemungutan suara (TPS) 14 Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (1/12/2013). KOMPAS/HENDRA A SETYAWANKomisi Pemilihan Umum (KPU) menggelar simulasi pemungutan dan penghitungan suara pemilihan anggota DPR, DPD, dan DPRD di tempat pemungutan suara (TPS) 14 Kelurahan Cilenggang, Kecamatan Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (1/12/2013).
|
EditorCaroline Damanik

SAMARINDA, KOMPAS.com – Baru genap sebulan anggota komisioner baru dilantik, para pejabat di Sekretariat Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Timur malah berencana mengundurkan diri. Mereka ramai-ramai berencana mundur gara-gara keberatan dengan kecilnya honor insentif yang diterima.

Tercatat, ada delapan orang pejabat yang hendak mengundurkan diri, yakni Sekretaris KPU Kaltim, Kabag Hukum dan Humas, Kabag SDM, Kabag Umum, Kasub Logistik, Kasub Keuangan, Kasub Teknis dan Kasub SDM. Mereka sudah membuat surat pengunduran diri dan akan menyerahkannya ke Gubernur Kaltim dalam waktu dekat.

Sejumlah pejabat bahkan sudah mengangkut barang pribadinya dari ruang kerja kantornya. Kabag Hukum dan Humas KPU Kaltim Agus Hari Kusuma mengungkapkan, semua pejabat di KPU Kaltim telah membuat surat pernyataan mundur dari jabatannya. Mereka mundur karena pemberian insentif tak sama dengan SKPD lainnya.

“Sesuai UU Pemilu, sebelum komisioner KPU Kaltim dibentuk, harus dibentuk dulu perangkatnya yakni sekretariat. Kami dijanjikan menduduki jabatan dengan tunjangan sesuai eselon,” kata Agus (4/3/2014).

Namun, lanjutnya, lalu terbit Pergub Kaltim yang dikeluarkan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak yang mengatur bahwa tunjangan jabatan semua pejabat masuk dalam non-eselon.

“Tugas dan tangung jawab di KPU sangat berat dan beresiko, salah-salah bisa berurusan dengan hukum. Insentif yang dibayarkan kepada kami berdasarkan golongan ini hanya Rp 3 juta, sama dengan staf biasa di SKPD lainnya. Kalau kami dibayar sebesar itu lebih baik kami semua mundur,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu komisioner KPU, M Taufik mengatakan jika sudah mendengar rumor tersebut. Taufik mengaku sangat menyayangkan persoalan tersebut lantaran bisa mengancam terlaksananya Pemilihan Legislatif pada 9 April nanti.

“Saya sudah dengar rencana pengunduran diri tersebut. Tapi komisioner belum bisa mengambil kebijakan apa-apa karena, belum menerima tembusan surat pengunduran diri tersebut,” ungkapnya.

Padahal, lanjutnya, dua perhelatan politik di tahun 2014 akan segera digelar.

"Proses lelang dan beberapa lainnya perlu tanda tangan sekretaris, sebab sekretaris itu KPA (Kuasa Pengguna Anggaran). Sehingga lelang Form C dan D untuk Pileg nanti, tidak bisa kalau sekretaris tidak tanda tangan. Ini bukan hanya mengganggu tahapan, bahkan terancam Pileg gagal,” sebutnya.

Taufik berharap, Pemprov Kaltim sebagai induk para pejabat struktural di Sekretariat KPUD Kaltim segera mengambil langkah bijak mengatasi persoalan tersebut.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Resmikan SLB Negeri 1 Demak, Ganjar Berharap Tenaga Pendidikan Bantu Siswa Jadi Mandiri

Regional
Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Jabar Quick Response Bantu Warga Ubah Gubuk Reyot Jadi Rumah Layak Huni

Regional
PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

PPKM Diperpanjang, Ridwan Kamil Minta Warga Jabar Lakukan Ini

Regional
Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Baru Diresmikan, Jembatan Gantung Simpay Asih Diharapkan Jadi Penghubung Ekonomi Warga Desa

Regional
Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Disdik Jabar Kembali Izinkan Siswa Gelar Studi Wisata, asalkan...

Regional
Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Antisipasi Hepatitis Akut, Pemprov Jabar Siapkan Skenario Jitu dengan Teknologi Molekuler Terbaru

Regional
Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Melalui BLUD, Ridwan Kamil Optimistis Pendidikan di Jabar Bisa Hasilkan Prestasi

Regional
Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Tidak Libur Lebaran, 21 Anggota Jabar Quick Response Bantu Operasi SAR Evakuasi Korban Banjir Bandang Sumedang

Regional
Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Ramadhan dan Lebaran Usai, Wagub Uu Ajak ASN Semangat Laksanakan Tugas

Regional
Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Jadwal Masuk Sekolah Ditunda, Ridwan Kamil: Kami Apresiasi, asal Tidak Mengganggu KBM

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.