Kompas.com - 04/03/2014, 18:54 WIB
Ratusan  pegawai honorer yang kecewa gagal seleksi CPNS, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati dan DPRD Mamuju Utara, Sulawesi Barat, Selasa (4/3/2014), dengan membakar ban bekas dan baju seragam. KOMPAS.com/ JunaediRatusan pegawai honorer yang kecewa gagal seleksi CPNS, melakukan aksi unjuk rasa di kantor Bupati dan DPRD Mamuju Utara, Sulawesi Barat, Selasa (4/3/2014), dengan membakar ban bekas dan baju seragam.
|
EditorFarid Assifa

MAMUJU UTARA, KOMPAS.com - Aksi unjuk rasa menuntut pembatalan hasil seleksi calon pegawa negeri sipil (CPNS) untuk honorer kategori 2 (K-2) di Mamuju Utara, Sulawesi Barat terus berlangsung sejak dua pekan terakhir.

Berdasarkan pantuan Kompas.com, ratusan tenaga honorer yang mengabdi hingga belasan tahun di berbagai instansi pemerintah, mendatangi kantor bupati dan DPRD setempat, Selasa (4/3/2014).

Namun karena Bupati Agus Ambo Djiwa maupun anggota DPRD tidak satu pun berada di kantornya, massa kemudian melampiaskan kekecewaan mereka dengan cara membakar ban bekas dan baju dinas. Dua kantor pemerintahan itu dipenuhi kepulan asap tebal.

Dalam orasinya, para honorer kembali menagih janji bupati Mamuju Utara untuk merekomendasikan pembatalan hasil seleksi CPNS honorer K-2 karena dinilai sarat permainan. Para pendemo menuding, puluhan tenaga honorer siluman dinyatakan lolos tes CPNS padahal nama mereka tidak pernah terdaftar di instansi manapun.

Kordinator aksi, Ikram ibrahim mengatakan akan terus berjuang menolak hasil seleksi CPNS honorer K-2 dan meminta Badan Kepegawaian Daerah (BkD) setempat melakukan verifikasi data ulang.

Ikram meminta Bupati Mamuju Utara menindaklanjuti tuntutan demonstran. “Kita akan terus melakukan aksi sampai Bupati Matra merevisi hasil seleksi K2 karena sarat manipulasi dan kecurangan,” ujar Ikram.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X