Kompas.com - 03/03/2014, 16:47 WIB
Caleg DPR RI daerah pemilihan Jabar XI PPP Fernita (kaos putih) saat berada di panggung hiburan acara jalan santai PPP di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (23/2/2014) kemarin. KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHACaleg DPR RI daerah pemilihan Jabar XI PPP Fernita (kaos putih) saat berada di panggung hiburan acara jalan santai PPP di Kecamatan Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (23/2/2014) kemarin.
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com — Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Tasikmalaya memutuskan kasus bagi-bagi uang oleh calon legislatif DPR asal PPP, Fernita Darwis, bukan termasuk money politic dan tak bisa dipidana.

Keputusan itu setelah Panwaslu, Kejaksaan, dan Kepolisian memeriksa Fernita dan Bupati Tasikmalaya Uu Ruzhanul Ulum, Sabtu (1/3/2014) kemarin.

"Pemeriksaan Sabtu kemarin telah dikaji oleh Gakumdu (Panwas, Kejaksaan, dan kepolisian, red). Hasilnya tidak ditemukan unsur pidana atau bukan money politic dalam kasus dugaan bagi-bagi uang, curi start kampanye, dan mobilisasi PNS. Kesimpulannya kasus ini hanya melanggar administrasi saja," jelas Divisi Pengawasan Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya, Dodi Djuanda, Senin (3/3/2014).

Dodi menilai, dalam kasus ini pihaknya kekurangan bukti untuk menjerat caleg tersebut ke ranah pidana. Hal ini karena Panwas hanya memiliki bukti rekaman saat bagi-bagi uang saja. Namun, ia pun enggan memberikan alasan lain secara detail.

"Kami kekurangan bukti, tak menemukan uangnya. Kami hanya memiliki videonya saja," kata Dodi dengan terbata-bata saat diwawancarai wartawan.

Terkait dugaan mobilisasi PNS di acara jalan santai partai, kata Dodi, pihaknya hanya memberikan surat imbauan kepada sekretaris daerah setempat supaya para PNS tak terlibat politik.

"Kami sudah mengirimkan surat pelanggaran administrasi ke KPU untuk diberikan sanksi. Kalau masalah PNS kita sudah memberikan surat edaran ke sekda," tambah Dodi.

Pernyataan Panwas setelah hasil pemeriksaan caleg, bupati, dan pengurus partai pada Sabtu kemarin dinilai "plin-plan". Sebelumnya, lembaga pengawas Pemilu ini menuding acara jalan santai PPP di Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, telah melanggar aturan pemilu. Bahkan mereka mengaku memiliki bukti rekaman foto dan videonya.

Ketua Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya Bambang Lesmana pun pernah menyatakan kegiatan ini melanggar Pasal 82 tentang tahapan kampanye, Pasal 83 kampanye di luar jadwal, Pasal 86 pelibatan PNS dan Pasal 301 tentang money politic, Undang-Undang Nomor 8 tahun 2012 dan Peraturan KPU Nomor 15 tahun 2013.

Diberitakan sebelumnya, Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya menemukan dugaan pelanggaran curi start kampanye, money politic, mobilisasi PNS dan anak kecil oleh PPP melalui kegiatan jalan sehat di Puspahiang, Minggu (23/2/2014).

Hadir saat acara Bupati Tasikmalaya sekaligus Wakil Ketua DPW Jabar Uu Ruzhanul Ulum, Ketua DPRD wilayah setempat sekaligus Ketua DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya Ruhimat, Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Tasikmalaya, dan caleg DPR dari PPP, Fernita Darwis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Dompet Dhuafa Bagikan 2.000 Paket Zakat Fitrah di Pati

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov Jabar Perpanjang Kerja Sama Penyediaan Hotel untuk Nakes

Regional
Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Meski Dihantam Pandemi, Maidi-Inda Raya Tetap Jalankan Program Kerjanya

Regional
Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Jalin Silaturahmi di Ramadhan, Bupati Tulang Bawang Santuni 25 Anak Yatim

Regional
LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

LIRA Tuntut MKD Tindak Tegas Romo Syafi'i Karena Fitnah Walkot Bobby

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X