Kabut Asap, Lion Air Tujuan Kualanamu Mendarat di Kuala Lumpur

Kompas.com - 02/03/2014, 15:38 WIB
Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (25/7/2013). Bandara seluas 1.365 hektare tersebut resmi beroperasi pada 25 Juli 2013 pukul 00.01 dan secara bersamaan operasional Bandara Polonia ditutup sehari sebelumnya, 24 Juli 2013 malam pukul 23.59. TRIBUN MEDAN / RISKI CAHYADIBandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Sumatera Utara, Kamis (25/7/2013). Bandara seluas 1.365 hektare tersebut resmi beroperasi pada 25 Juli 2013 pukul 00.01 dan secara bersamaan operasional Bandara Polonia ditutup sehari sebelumnya, 24 Juli 2013 malam pukul 23.59.
EditorKistyarini

LUBUK PAKAM, KOMPAS.com - Kabut asap dari Riau sampai saat ini masih mengganggu penerbangan di Bandara Kualanamu International Airport (KNIA), Minggu, (2/3/2014). Beberapa penerbangan tertunda keberangkatannya karena kabut asap.

Airport Duty Manager Bandara Kualanamu, Djamal Amri mengatakan salah satu penerbangan yang terganggu adalah Lion Air JT 397 dari Banda Aceh. Pesawat itu terpaksa mengalihkan pendaratan ke Kuala Lumpur, Malaysia.

"Pesawat Lion Air itu terpaksa mendarat (divert) di Bandara Kuala Lumpur Malaysia karena kabut asap ini. Seharusnya sampai di Kualanamu pukul 07.05 WIB, tapi karena kabut asap itu terpaksa tiba pukul 11.58 WIB," ujar Djamal.

Menurutnya selain pesawat Lion juga ada pesawat lain yang mengalami gangguan penerbangan seperti pesawat Susi Air. Pesawat yang mestinya berangkat pada pagi hari ke wilayah Silangit dan Simelue terpaksa berangkat siang hari.

"Sore ini sudah berangkat semuanya, tadi pagi saja karena kabut asap itu. Pesawat kecil yang banyak mengalami gangguan," kata Djamal. (Indra Gunawan Sipahutar)

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

RSU dr Slamet Garut Minta Tempat Tinggal Sementara untuk Tenaga Medis

Regional
Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Hadapi Corona, Ganjar Minta Desa Hidupkan Lagi Tradisi Jimpitan untuk Lumbung Pangan

Regional
9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

9 Kasus Positif Covid-19 di Jayapura, Pemda Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Meski Ditolak Warga, Pasien Positif Covid-19 Tetap Dimakamkan di Lahan Pemprov Sulsel di Gowa

Regional
Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Gedung Bekas Rumah Sakit di Kota Kediri Kembali Difungsikan Rawat ODP

Regional
Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Sebut Anggaran untuk Corona Sekitar Rp 200 Miliar

Regional
Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Masker Langka dan Mahal, Alumni BLK di Pekalongan Jahit 1000 Lembar

Regional
Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Mayoritas Pasien Corona di RSHS Berusia 50 Tahun dan Punya Riwayat Penyakit

Regional
Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Pemkot Pontianak Kucurkan Dana Rp 37 Miliar untuk Tangani Virus Corona

Regional
5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

5 Hal Penting Soal Dua Pocong yang Viral hingga Korea Selatan, Foto Tahun 2019 dan Hanya Iseng

Regional
Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Cegah Corona di Lapas Tegal, 57 Narapidana Dibebaskan

Regional
KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

KNPI Jabar Siapkan Pilot untuk Drone Penyemprot Disinfektan

Regional
ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

ODP Covid-19 yang Meninggal Saat Hendak Melahirkan Diduga Keracunan, Bukan Positif Corona

Regional
Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Sempat Ingin Lari, Pasien Sembuh Covid-19: Saya Harus Menyelamatkan Diri, Keluarga, Masyarakat

Regional
Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Pemda DIY Siapkan Dua lokasi untuk Karantina Pasien Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X