Kampanye di Sekolah, Caleg Partai Demokrat Ini Bakal Dipidana?

Kompas.com - 01/03/2014, 18:53 WIB
Ketua Panwaslu Demak, Choirul Saleh, menunjukan hasil temuan panwas berupa bahan kampanye dan bukti suara , caleg DPRD Jateng saat kampanye di SMP 3 Demak, Sabtu (1/3/2014) KOMPAS.com (ARI WIDODO)Ketua Panwaslu Demak, Choirul Saleh, menunjukan hasil temuan panwas berupa bahan kampanye dan bukti suara , caleg DPRD Jateng saat kampanye di SMP 3 Demak, Sabtu (1/3/2014)
|
EditorGlori K. Wadrianto
DEMAK, KOMPAS.com - Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Demak menemukan indikasi kampanye terselubung oleh salah satu calon legislatif DPRD Jateng, Nadiroh, yang dilakukan di lembaga pendidikan.

Caleg Partai Demokrat Dapil II Jateng yang meliputi Demak, Kudus dan Jepara tersebut, secara terang-terangan melakukan kampanye di SMP 3 Demak, Jumat kemarin.

Ketua Panwaslu Demak, Choirul Saleh, Sabtu (1/3/2014) mengatakan, pada saat rapat antara orangtua murid dan pihak sekolah di SMP 3 Demak, dibahas soal penerimaan beasiswa BLSM bagi siswa miskin.

Nadiroh yang hadir pada pertemuan itu membagikan kartu suara pencoblosan kepada para wali murid.

Selain itu, Nadiroh yang oleh panitia acara diklaim sebagai orang yang berjasa dalam pengajuan BLSM tersebut didaulat maju ke depan untuk memberikan sambutan di hadapan wali murid.

"Isi sambutannya, mohon doa restu dan dukungan kepada hadirin terkait pencalegannya tanggal 9 April nanti. Kita (panwas), mempunyai bukti bahan kampanye dan rekaman suara," kata Choirul.

Melakukan kampanye di fasilitas gedung dan kawasan sekolah, kata Choirul, merupakan salah satu tempat yang dilarang, selain di fasilitas pemerintah lainnya dan rumah ibadah.

"Sesuai UU Nomor 8 Tahun 2012 tentang Pemilu DPR, DPD dan DPRD, caleg yang melanggar ketentuan kampanye akan dikenakan sanksi pidana penjara paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp12 juta," kata Choirul.

Jika terbukti bersalah dan memiliki kekuatan hukum tetap, imbuh Choirul, maka caleg yang bersangkutan bisa dicoret dari Daftar Caleg Tetap (DCT) atau dibatalkan dari penetapan calon terpilih.

"Kami akan menegakkan aturan ini tanpa memandang caleg kaya maupun miskin, demi terwujudnya penyelenggaraan pemilu yang jujur, adil dan bermartabat," tegas Choirul. 

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

Regional
Ayah, Ibu, dan Anak Meninggal, Satu Kampung Rapid Test, Ini Hasilnya

Ayah, Ibu, dan Anak Meninggal, Satu Kampung Rapid Test, Ini Hasilnya

Regional
Dokter RSUD Kardinah Tegal Positif Corona. Meninggal saat Dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang

Dokter RSUD Kardinah Tegal Positif Corona. Meninggal saat Dirujuk ke RSUP Kariadi Semarang

Regional
Kisah DW Kehilangan 3 Anggota Keluarga di Surabaya, Covid-19 Renggut Kakaknya yang Hamil, Ibu dan Ayahnya

Kisah DW Kehilangan 3 Anggota Keluarga di Surabaya, Covid-19 Renggut Kakaknya yang Hamil, Ibu dan Ayahnya

Regional
'Untuk Kota Surabaya Tidak Semudah yang Kita Bayangkan'

"Untuk Kota Surabaya Tidak Semudah yang Kita Bayangkan"

Regional
94 Pasien Positif di Kalbar Sembuh, Kabupaten Landak Catatkan Nol Kasus Corona

94 Pasien Positif di Kalbar Sembuh, Kabupaten Landak Catatkan Nol Kasus Corona

Regional
Diduga Salah Paham, Keluarga Pasien Corona Aniaya Petugas Medis

Diduga Salah Paham, Keluarga Pasien Corona Aniaya Petugas Medis

Regional
Gara-gara Cinta Gadis 17 Tahun, 3 Anggota TNI Keroyok Pelajar SMA, Begini Ceritanya

Gara-gara Cinta Gadis 17 Tahun, 3 Anggota TNI Keroyok Pelajar SMA, Begini Ceritanya

Regional
Viral Video Warga Pukuli Tenaga Medis karena Tak Bisa Ikuti Rapid Test, Ini Kronologinya

Viral Video Warga Pukuli Tenaga Medis karena Tak Bisa Ikuti Rapid Test, Ini Kronologinya

Regional
321 WNI Tahanan di Malaysia Dipulangkan Melalui Pelabuhan Nunukan

321 WNI Tahanan di Malaysia Dipulangkan Melalui Pelabuhan Nunukan

Regional
Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani 'Rapid Test'

Satu Pemasok Ikan Positif Covid-19, Pedagang Ikan Pasar Kranggan Yogya Jalani "Rapid Test"

Regional
Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Tersangka Kasus Sabu 402 Kilogram Terancam Hukuman Mati

Regional
Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Sebanyak 30.700 Calon Jemaah Haji Jateng Batal Berangkat Ke Tanah Suci

Regional
Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Viral Video Keluarga Mengamuk, Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X