Caleg PPP Ini Anggap Bagi-bagi Uang saat Acara Partai Bukan Pelanggaran Kampanye

Kompas.com - 01/03/2014, 13:57 WIB
Calon anggota legislatif pusat dari PPP Fernita (kanan), sedang menunggu pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran Pemilu di Kantor Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (1/3/2014). Ia membagi-bagikan uang saat acara jalan santai PPP di Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (23/2/2014). KOMPAS.com/IRWAN NUGRAHACalon anggota legislatif pusat dari PPP Fernita (kanan), sedang menunggu pemeriksaan terkait dugaan pelanggaran Pemilu di Kantor Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (1/3/2014). Ia membagi-bagikan uang saat acara jalan santai PPP di Puspahiang, Kabupaten Tasikmalaya, Minggu (23/2/2014).
|
EditorHeru Margianto
TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Calon anggota DPR asal PPP, Fernita, berpendaat pembagian uang ke anak yatim saat acara partai bukanlah pelanggaran kampanye. Menurutnya, ia biasa membagi uang ke anak yatim.

"Saya sudah biasa bagi-bagi uang ke anak yatim dan kegiatan sosial lainnya saat acara partai. Saya pikir itu bukan money politic. Kalau saya beri uang dan bilang ke penerimanya untuk memilih saya nanti, baru itu melanggar," jelas Fernita kepada wartawan saat memenuhi panggilan pemeriksaan oleh Panwaslu Kabupaten Tasikmalaya, Sabtu (1/3/2014).

Fernita adalah calon legislatif dari daerah pemilihan XI Jawa Barat. Ia mengaku sengaja menyempatkan diri datang dari Kalimantan ke Tasikmalaya khusus memenuhi panggilan Panwaslu. Ia ingin membuktikan bahwa dirinya taat hukum. 

Terkait tuduhan pelanggaran curi start kampanye, money politic, dan mobilisasi PNS saat acara jalan santai di Puspahiang oleh Panwas setempat, ia mengatakan dirinya hanya memenuhi undangan partai. Ia hadir di acara tersebut sebagai Ketua DPP PPP Pusat.

"Sekali lagi acara itu kan kegiatan partai, bukan caleg. Saya kan sebagai Ketua DPP PPP loh," kata dia sambil mengarahkan telunjuknya ke arah kamera wartawan yang mewawancarai.

Kegiatan partainya di Puspahiang, kata Fernita, bukan pertama kali dilaksanakan. Sebelumnya, acara dengan konsep yang sama digelar di Lapangan Dadaha, Kota Tasikmalaya. Saat itu hadir Bupati dan pasangan Walikota Tasikmalaya. Keduanya adalah kader PPP.

Sampai saat ini, Fernita masih dimintai penyidik dari kepolisian, kejaksaan dan Panwaslu setempat melalui tim penegakan hukum terpadu (Gakumdu).  Selain Fernita, Bupati Tasikmalaya Uu Ruhanul Ulum juga dimintai keterangan di tempat yang sama.

Diberitakan sebelumnya, acara jalan sehat yang diselenggarakan oleh PPP diduga sebagai pelanggaran kampanye yaitu curi start. Acara tersebut dihadiri Bupati Tasikmalaya yang juga Wakil Ketua DPW PPP Jawa Barat Uu Ruzhanul Ulum, Ketua DPRD wilayah setempat yang juga Ketua DPC PPP Kabupaten Tasikmalaya, Ruhimat, Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Tasikmalaya, dan calon anggota DPR dari PPP Fernita.

Menurut Panwaslu, kegiatan ini diduga melanggar Pasal 82 tentang tahapan kampanye, Pasal 83 kampanye di luar jadwal, Pasal 86 pelibatan PNS dan Pasal 301 tentang money politic, Undang-undang Nomor 8 Tahun 2012 dan Peraturan KPU Nomor 15 Tahun 2013.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X