Kabut Asap Riau Sampai ke Bengkulu

Kompas.com - 27/02/2014, 19:38 WIB
Kabut asap kiriman dari Provinsi Riau sudah mencapai Bengkulu Kompas.com/FirmansyahKabut asap kiriman dari Provinsi Riau sudah mencapai Bengkulu
|
EditorKistyarini

BENGKULU, KOMPAS.com - Stasiun Meteorologi Kelas III Fatmawati, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, sejak dua hari belakangan ini kabut asap kiriman dari Provinsi Riau dan Sumatera Barat mulai memasuki Bengkulu.

"Bengkulu terimbas kiriman kabut asap dari Pekanbaru, Riau dan Sumatera Barat sejak dua hari terakhir. Kondisi ini kita lihat dari ketebalan kabut asap melalui satelit. Kondisi kabut ini sangat terlihat di Bandara Fatmawati saat pagi hingga sore hari," kata Rosyidah, petugas  Stasiun Meteorologi Klas III Fatmawati BMKG, Rosyidah, Kamis (27/2/2014).

Dia menambahkan, kabut asap kiriman dari Pekan Baru Riau dan Sumatera Barat, pada Rabu (26/2/2014) jarak pandang dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB mencapai 1 kilometer.

Sementara, hari Kamis (27/2/2014) dari pukul 07.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB jarak pandang bertambah menjadi 1,5 hingga 3 km. Pada pukul 13.01 WIB hingga pukul 16.01 WIB jarak pandang sudah lebih jauh, menjadi 5 hingga 6 km.

"Kiriman kabut asap dari provinsi tetangga belum begitu berdampak bagi Kota Bengkulu, dan asap kiriman itu masih tipis," jelas Rosyidah.

Kabut tebal menyelimuti Bengkulu mulai terlihat saat dilihat dari posisi tinggi tepatnya di kawasan Liku Sembilan, Kabupaten Bengkulu Tengah dan Kepahiang, dari pantauan jarak pandang berkisar dua kilometer.

Sementara itu beberapa pengendara sepeda motor menyebutkan, asap tebal tersebut bisa membuat mata pedih, terutama bagi mereka yang mengendarai sepeda motor jarak jauh dan lama.

"Mata terasa perih jika mengendarai motor, tidak seperti biasanya, mata saya biasanya tahan mengendarai motor namun sekarang pedih," kata Erwin, seorang warga Bengkulu.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Kebakaran Hanguskan Ratusan Rumah di Ambon, Dua Orang Tewas Terbakar

Regional
UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

UPDATE Covid-19 di Riau: 7.017 Pasien ODP, Satu PDP Meninggal Dunia

Regional
Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Di Tengah Wabah Corona, Bandara YIA Mulai Beroperasi Penuh, Ini Faktanya

Regional
'Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami'

"Warga Menolak Pemakaman Bahkan Mengusir Kami, Lantas Akan Dimakamkan di Mana Keluarga Kami"

Regional
Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Antisipasi Corona, Pemkab Magelang Dirikan Posko Terpadu di Perbatasan

Regional
Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Viral Video Pria Acungkan Pisau Saat Diamankan Polisi, Sebelumnya Ancam Bunuh Ibu

Regional
Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Sembuh, Pengobatan dan Daya Tahan Tubuh Jadi Kunci

Regional
Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Regional
Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Dua PDP di Kalbar Meninggal Dunia, 1 Orang Pernah Ikut Tabligh Akbar di Malaysia

Regional
Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Berjuang Lawan Covid-19 Sampai Sembuh, Christina: Ini Bukan Virus Biasa, Saya Sudah Mengalami

Regional
Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Kerusakan Hutan Disinyalir Penyebab Banjir Bandang di Bandung Barat

Regional
Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Warga Tolak Jenazah Pasien PDP Covid-19, Tak Boleh Dimakamkan dan Ambulans Diusir

Regional
Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Regional
Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Pernah Kontak dengan Pasien Positif, 98 Warga Lampung Negatif Covid-19

Regional
Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Ini Gerilya Ketat Bupati Sumenep Pertahankan Peta Hijau Covid-19

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X