Kompas.com - 26/02/2014, 21:20 WIB
|
EditorFarid Assifa

WONDAMA, KOMPAS.com
 — DN, pria berumur berumur 64 tahun, warga Kampung Kaibi Distrik Wondiboi, Kabupaten Teluk Bintuni, dilaporkan ke polisi karena diduga telah memerkosa 2 anak kandungnya sendiri.

Perbuatan DN yang dilakukan dari 2001 hingga 2014 itu menyebabkan kedua anaknya hamil dan telah memiliki anak.

Kasat Reskrim Teluk Wondama, Iptu Febrian Mabuay didampingi Kaur Bin Ops Reskrim Ipda Abd Muchlis Tanaiyo, membenarkan telah menerima laporan kasus asusila yang dilakukan seorang bapak terhadap dua putri kandungnya.

“Laporan kasus asusila ini diperoleh dari tante kedua anak ini," jelas Febrian, Rabu (26/2/2014).

Febrian menjelaskan, dalam laporannya disebutkan, perbuatan sang ayah mengakibatkan satu putrinya telah memiliki 5 orang anak. Bahkan kini, dia sedang mengandung anak yang keenam, sedangkan satu putrinya lagi sudah memiliki 2 anak.

Febrian mengatakan, kasus asusila ini diketahui setelah adanya kecurigaan dari tante korban yang melihat gerak-gerik tak wajar kedua kemenakannya ketika melihat sang ayah. Tante korban kemudian menanyakan hal ini kepada kedua korban.

Awalnya kedua korban takut menceritakan perbuatan bejat sang ayah itu. Namun, karena sudah mulai tidak tenang dengan sang ayah yang setiap kali mau bersetubuh selalu mengancam, akhirnya kedua korban berterus terang.

Dalam pemeriksaan intensif yang dilakukan penyidik Polres, kedua korban pun menceritakan hal yang sesungguhnya. Bahkan kedua korban mengakui kalau anak-anak yang saat ini bersama mereka adalah hasil perbuatan dari sang ayah kandung.

“Memang waktu melakukan hubungan intim, tersangka selalu mengancam para korban. Bahkan tersangka juga mengancam agar peristiwa ini jangan sampai diceritakan kepada siapa pun. Jika diceritakan, maka tersangka akan menghukum mereka (korban, red). Selain itu juga menurut pengakuan tersangka, perbuatan ini dilakukan karena dituntut oleh ilmu hitam yang ada pada dirinya, agar mata pencarian keluarga mereka dibukakan jalan,” jelasnya.

Selain itu, menurutnya, tersangka juga mengatakan kalau anak-anaknya tidak melayani nafsu bejat, maka mereka akan terkena karma. Tersangka juga menyuruh kedua korban berbohong ketika ada yang menanyakan anak-anak mereka, untuk mengaku anak tersebut dari suami yang sudah meninggal.

Febrian mengatakan, tersangka selalu melakukan hubungan intim dengan ancaman. Bahkan pernah sekali saat berhubungan, tersangka sedang memegang balok kayu.

Akibat perbuatannya, tersangka akan dijerat Undang-Undang Perlindungan Anak Pasal 81 Ayat 1 dan Pasal 82 UU Nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak juncto Pasal 64 KUHP tentang perbuatan yang dilakukan secara terus-menerus.

“Tersangka mengakui semua perbuatannya,” jelas Febrian.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara di PLTU Suralaya

Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara di PLTU Suralaya

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Bantu Penyintas APG Gunung Semeru, Dompet Dhuafa Dirikan 50 Huntara

Regional
Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Bekerja Sama dengan Komunitas Muslim Selandia Baru, Dompet Dhuafa Hadirkan Pos Gizi di Garut

Regional
Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Gubernur Khofifah Sebut Kompetensi ASN Jadi Kunci Perbaikan Kualitas Birokrasi

Regional
Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Pemprov Papua Berharap Pemda Hidupkan PMI yang Konsisten Jalankan Misi Kemanusiaan

Regional
Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Pemprov Papua Kerahkan 96 Nakes untuk Cek Kondisi Hewan Kurban Jelang Idul Adha

Regional
Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Wujudkan Pemerintahan yang Bersih dan Akuntabel, Pemprov Papua Maksimalkan Sistem E-Government

Regional
Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Optimalkan Pendidikan Anak, Pemkot Madiun Cegah Pernikahan Dini hingga Perangi Stunting

Regional
Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Dompet Dhuafa Kirimkan Tim QC ke NTT untuk Cek Kesehatan Hewan Kurban

Regional
Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Bupati Jekek: Saya Yakin PPPK Guru di Wonogiri Mampu Jawab Tuntutan Zaman

Regional
Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Dorong Pertumbuhan Industri, Pemprov Papua Akan Bangun PLTA Berkapasitas 100 MW di Jayawijaya

Regional
Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Kejar Target Perekaman E-KTP Wilayah Meepago, Pemprov Papua Buka Layanan di Paniai

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.