Uang Palsu Rp 90 Miliar Disimpan di "Safety Box" Bank Ternama

Kompas.com - 26/02/2014, 20:25 WIB
Polisi menunjukkan barang bukti uang palsu dollar Singapura yang ditangkap di Manado. Kompas.com/Ronny Adolof BuolPolisi menunjukkan barang bukti uang palsu dollar Singapura yang ditangkap di Manado.
|
EditorFarid Assifa

MANADO, KOMPAS.com - Polisi menyita 993 lembar uang palsu dollar Singapura dalam pecahan 10.000. Jika dirupiahkan, uang itu berkisar Rp 90 miliar (bukan 60 miliar seperti pada berita sebelumnya).

Kapolresta Manado, Kombes Sunarto menjelaskan uang tersebut milik YT (47) yang ditangkap di salah satu hotel di kawasan Sario Manao.

"Pengungkapan kasus ini berawal dari laporan penipuan yang diterima Polda Sulut pada awal Januari 2014 lalu," ujar Sunarto, Rabu (26/2/2014).

Seorang perempuan berinisial M, melaporkan bahwa dirinya diimingi oleh pelaku dengan uang dollar Singapura yang ingin ditukarnya dengan uang rupiah sebesar Rp 15 juta. M tertarik karena pelaku menjanjikan uang dollar itu bisa ditukar lagi dengan nilai tiga kali lipat.


Atas dasar laporan itu, Tim Khusus (Timsus) Polda Sulut lalu mengembangkan kasus tersebut dan berhasil mengorek keterangan dari pelaku. Uang sebanyak itu ternyata disimpan di safety box di salah satu bank ternama di Manado.

Setelah disita, polisi lalu mengecek keaslian uang tersebut di Bank Indonesia (BI). Oleh BI uang tersebut dinyatakan palsu. "Tapi kita cek lagi, makanya uang itu dibawa ke Labfor Mabes Polri. Hasilnya uang tersebut semuanya palsu," jelas Sunarto.

Lanjutnya, setelah dilakukan pelimpahan kasus ke Polresta Manado, penyidik menginterogasi pelaku yang menyebut bahwa uang tersebut didapatkan dari istri sirinya berinisial Hj U.

"Kalau tidak salah, istri sirinya itu sekarang juga menjadi tahanan di Polres Bogor," kata Sunarto.

Sunarto mengatakan, status pelaku kini sudah dijadikan tersangka dan akan dikenakan Pasal 245 KUHP tentang pengedaran uang palsu dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

Sementara tersangka mengaku tidak mengetahui kalau uang yang dibawanya adalah palsu. Uang itu, katanya, sebagai jaminan untuk proyek-proyek sosial yang akan ditanganinya.

"Dapatnya dari Bogor untuk jaminan saya. Saya pun baru tahu uang itu palsu setelah tertangkap," kata pelaku.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X