Kompas.com - 26/02/2014, 15:52 WIB
Calon pasien RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya menunggu antrean di loket rumah sakit. Kompas.com/ Irwan NugrahaCalon pasien RSUD dr Soekardjo Kota Tasikmalaya menunggu antrean di loket rumah sakit.
|
EditorFarid Assifa

TASIKMALAYA, KOMPAS.com
 — Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman menyatakan, RSU dr Soekardjo saat ini terancam bangkrut. Soalnya, piutang dari Kementerian Kesehatan RI selama 4 bulan sebesar Rp 22 miliar belum dibayarkan.

"Piutang RSUD kita totalnya Rp 28 miliar. Paling besar piutang dari Kemenkes sebesar Rp 22 miliar dan sisanya dari BPJS. Sekarang saja para supplier obat belum terbayar, stok obat pun sekarang mulai kosong. Bisa dikatakan terancam bangkrut," jelas Budi kepada wartawan, Rabu (26/2/2014).

Dijelaskan Budi, jumlah piutang Kemenkes itu merupakan tunggakan Jamkesmas selama empat tahun. Dia khawatir, jika kondisi ini terus dibiarkan, pelayanan kesehatan masyarakat di wilayahnya bakal terganggu. Apalagi sebagian besar warga miskin di Kota dan Kabupaten Tasikmalaya berobat ke rumah sakit milik pemerintah tersebut.

"Paling dikhawatirkan adalah pelayanan kesehatan bagi warga miskin di rumah sakit ini. Pasti nantinya akan ada warga yang protes karena pelayanan terganggu," tambah Budi.

Sementara itu, Kepala RSU dr Soekardjo Kota Tasikmalaya, dr Wasisto Hidayat, membenarkan, saat ini stok obat untuk pelayanan pasien di rumah sakitnya mulai kosong.

"Paling dikhawatirkan itu obat bius operasi, obat bius, obat cuci darah dan talasemia, itu tidak ada di apotek. Kalau operasi mandek akan berakibat kematian. Makanya beberapa minggu ke belakang kita dapat pinjaman dana Rp 1 miliar dari bank agar rekanan bisa tetap memasok obat," ujar Wasisto.

Sampai sekarang, hampir 60 persen pemasok obat ke rumah sakit telah berhenti mengirim obat. "Ada 60 persen pemasok obat sudah berhenti mengirim, karena kita belum bisa membayar mereka. Untuk makanan, masih tetap berjalan meski kita mengutang," tambah dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Para pasien saat ini, kata Wasisto, menyiasati untuk mendapatkan obat dengan membeli di luar rumah sakit. Namun, mereka pun mulai mempertanyakan kekosongan obat di rumah sakit. "Sekarang saja pasien banyak yang protes tidak ada obat," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.