Teror Molotov, Kapolda Jateng Datangi Rumah Jurnalis "Radar Jogja"

Kompas.com - 26/02/2014, 13:00 WIB
Frietqi Suryawan alias Demang, wartawan Radar Jogja memperlihatkan kondisi rumahnya setelah dilempari bom molotov oleh orang tidak dikenal, Senin (24/2/2014).
KOMPAS.com/Ika FitrianaFrietqi Suryawan alias Demang, wartawan Radar Jogja memperlihatkan kondisi rumahnya setelah dilempari bom molotov oleh orang tidak dikenal, Senin (24/2/2014).
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAGELANG, KOMPAS.com — Kasus teror bom molotov yang dialami jurnalis harian Radar Jogja, Frietqi Suryawan alias Demang, mendapat perhatian dari Kepala Polda Jawa Tengah Irjen Dwi Priyatno.

Dwi meninjau langsung rumah Demang di Gang Jagoan 3, Jurangombo Utara, Magelang Selatan, Kota Magelang, Rabu (26/2/2014).

Menurut Dwi, kedatangannya itu merupakan bentuk dukungan kepada Demang, serta jurnalis pada umumnya, agar tidak takut dalam menjalani profesi tersebut.

"Siapa pun pelakunya, pasti akan ditindak. Wartawan tidak perlu takut dalam menjalankan profesinya karena wartawan juga dilindungi oleh hukum dalam melaksanakan tugasnya," kata Dwi.

Dwi berjanji mengusut dan menindak tegas pelaku pelemparan molotov yang terjadi di kediaman Demang, Senin (24/2/2014) dini hari lalu.

Dwi mengatakan, setelah adanya aksi teror tersebut, polisi langsung melakukan olah kejadian perkara dan memeriksa saksi-saksi. Selain itu, Polda Jateng juga telah menurunkan tim Indonesia Automatic Fingerprints Identification System (Inafis) untuk menyelidiki beberapa barang bukti di tempat kejadian perkara (TKP).

Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, kata Dwi, ada campuran minyak tanah dan bahan bakar premium (bensin) yang terkandung di dalam molotov. Kandungan tersebut memicu ledakan dan mampu membakar sasaran.

Seperti diberitakan, rumah salah seorang jurnalis harian Radar Jogja dilempari tiga molotov oleh orang tidak dikenal, Senin lalu, sekitar pukul 02.00 WIB. Dua molotov meledak dan membakar kursi di teras rumah.

Satu molotov lagi dilempar di depan garasi mobil, tetapi tidak meledak. Berdasarkan dugaan sementara, teror itu terkait pemberitaan soal kasus korupsi Pasar Rejowingaun di Kota Magelang, yang ditulis oleh Demang belakangan ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X