Pembersihan Selesai, Borobudur Dibuka Penuh

Kompas.com - 26/02/2014, 05:07 WIB
Suasana pembersihan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mulai dilakukan, Senin (17/2/2014). Candi tersebut masih ditutup sementara bagi pengunjung selama proses pembersihan. KOMPAS/FERGANATA INDRA RIATMOKOSuasana pembersihan abu vulkanik dari letusan Gunung Kelud di Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, mulai dilakukan, Senin (17/2/2014). Candi tersebut masih ditutup sementara bagi pengunjung selama proses pembersihan.
|
EditorPalupi Annisa Auliani
MAGELANG, KOMPAS.com — Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2014), dibuka penuh untuk kunjungan wisata. Pembukaan serupa juga dilakukan untuk Candi Prambanan dan Ratu Boko di Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketiga candi itu sebelumnya ditutup setelah terimbas abu letusan Gunung Kelud di Jawa Timur. 

"Wisatawan sudah dapat menikmati Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko secara penuh hingga zona I atau bisa naik ke atas candi karena pembersihan sudah dinyatakan selesai 100 persen oleh Balai Konservasi Borobudur," ujar Laily Prihatiningtyas, Direktur Utama PT TWCB, Prambanan dan Ratu Boko, Selasa (25/2/2014).

Dalam keterangan pers di Hotel Manohara, Borobudur, Kabupaten Magelang, Laily mengatakan, pada pekan lalu ketiga candi peninggalan wangsa Syailendra itu telah dibuka untuk kunjungan wisatawan, tetapi dibatasi sampai zona II saja, yakni di area taman. 

Pembatasan pada pekan lalu dilakukan dengan memberikan potongan harga tiket masuk sebesar 30 persen kepada pengunjung. Dengan kebijakan pembukaan secara penuh ini, kata Laily, tiket juga kembali ke harga normal, yakni Rp 30.000 untuk wisatawan umum, Rp 12.500 untuk pelajar dan anak-anak, dan 20 dollar AS untuk wisatawan mancanegara.

"Berkat kepedulian serta gotong royong antara PT TWCB, BKB, stakeholder, relawan, dan masyarakat umum, pembersihan menjadi lebih cepat dari perkiraan, bahkan jika dibandingkan ketika Merapi meletus beberapa tahun lalu. Ini pencapaian yang harus dihargai," ungkap Laily.

Laily mengatakan, beragam bencana yang dampaknya sampai ke Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko memberikan pelajaran berharga bagi manajemen PT TWCB. "Selalu ada hikmah di balik bencana," kata dia.

Menurut Laily, masyarakat sekarang sudah lebih waspada, koordinasi antara manajemen PT TWCB, masyarakat, dan para pihak terkait menjadi lebih baik pula. "Ini pencapaian yang harus diharga dan lebih penting daripada memikirkan kerugian yang kami alami. Harapan kami jika ada bencana ke depan bisa lebih tanggap," ujar dia.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X