Kompas.com - 25/02/2014, 20:40 WIB
Wali Kota Malang, Muhammad Anton (kedua dari kiri) dan Wakil Wali Kota Sutiaji (paling kiri) saat hadir dalam launching pajak online di Kota Malang, Senin (28/10/2013). KOMPAS.com/Yatimul AinunWali Kota Malang, Muhammad Anton (kedua dari kiri) dan Wakil Wali Kota Sutiaji (paling kiri) saat hadir dalam launching pajak online di Kota Malang, Senin (28/10/2013).
|
EditorFarid Assifa

MALANG, KOMPAS.com - Wali Kota Malang, Muhammad Anton mengaku kepindahannya dari Gerindra ke PKB adalah atas perintah para kiai di Kota Malang. Dia mengklaim, para kiai yang mengusulkannya ke DPP PKB.

"Kalau sudah permintaan kiai, saya harus tawadu (menurut). Saya tidak bisa menolaknya," katanya, Selasa (25/2/2014).

Muhammad Anton adalah wali kota yang saat pencalonannya diusung Partai Gerindra berkoalisi dengan PKB. Namun setelah menang, Anton pindah ke PKB untuk menduduki Ketua Tanfidziyah DPC PKB Kota Malang.

Anton mengaku sudah dihubungi DPP PKB soal jabatannya sebagai ketua DPC PKB, namun belum menerima surat keputusan resminya.

"Saya tidak bermaksud meninggalkan Partai Gerindra. Tapi ini semua adalah proses politik saya," katanya.

Kurang etis

Perpindahan Wali Kota Malang, Muhammad Anton dari Partai Gerindra ke PKB dengan jabatan strategis dinilai sebuah upaya pencitraan kurang etis yang dilakukan partai pimpinan Muhaimin Iskandar ini.

"Itu adalah bagian dari pencitraan politik PKB jelang pemilu dan mendekati Pileg. PKB mencari peluang pada Pileg nantinya. Bagaimana sosok Abah Anton itu mampu meraup suara sebanyak-banyaknya untuk PKB. Karena, Abah Anton sudah berhasil mendapatkan kepercayaan masyarakat dan terpilih menjadi wali kota Malang," jelas Sosiolog Komuniaksi dari Universitas Negeri (UM) Malang, Zulkarnaen di Malang, Selasa (25/2/2014).

Di tahun politik ini, menurut Zulkarnaen, mayoritas parpol berupaya mencari sosok yang dekat dan disukai rakyat. Fenomena itu sudah terbiasa dalam politik. "Parpol terus mencari sosok yang bisa dicitrakan dan reputasinya luar biasa di masyarakat," katanya.

Dengan demikian, menurut dia, partai politik saat ini lebih mengedepankan figur seseorang ketimbang ideologi politiknya. "Etika politik di Indonesia memang demikian adanya," katanya.

Seharusnya, lanjut Zulkarnaen, parpol tidak mengedepankan pencitraan, melainkan mengutamakan ideologi politiknya. "Politisi tidak seenaknya loncat sana dan loncat sini. Tapi semua parpol punya peluang untuk merebut sosok yang disukai rakyat," katanya.

Menurutnya, secara etika, Anton seharusnya menghormati partai yang mengusungnya menjadi wali kota Malang. "Hal itu yang kurang etis dilakukan oleh Aban Anton," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X