Kompas.com - 25/02/2014, 19:53 WIB
Seorang penjual jasa bersih atap saat menjalankan jasanya membersihkan atap rumah warga dari abu vulkanik erupsi Gunung Kelud, Selasa (25/2/2014). Jasa pembersih atap mulai marak usai erupsi Kelud 13 Februari 2014 lalu. Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimSeorang penjual jasa bersih atap saat menjalankan jasanya membersihkan atap rumah warga dari abu vulkanik erupsi Gunung Kelud, Selasa (25/2/2014). Jasa pembersih atap mulai marak usai erupsi Kelud 13 Februari 2014 lalu.
|
EditorFarid Assifa

KEDIRI, KOMPAS.com
- Banyaknya rumah yang atapnya dipenuhi abu vulkanis muntahan erupsi Gunung Kelud, menjadi peluang usaha bagi sekelompok orang. Mereka membuka usaha jasa pembersihan atap rumah.

Seperti yang dilakukan oleh Budi (35), warga Kota Kediri, Jawa Timur ini. Pasca-erupsi Kelud 13 Februari 2014 lalu, dia sudah melayani pembersihan atap belasan rumah.

Budi menjalankan usahanya itu seorang diri dengan didukung beberapa peralatan seperti tangga, sapu, pipa paralon, serta selang air.

Selain itu, ada juga peralatan yang dia buat khusus untuk memperlancar pekerjaannya, yaitu alat garuk dari kayu yang ukurannya disesuaikan dengan lekuk genteng maupun asbes.

Budi mempunyai beberapa alat garuk hasil modifikasinya itu. Dengan peralatan sederhana tersebut, ia dapat leluasa membersihkan atap rumah.

Waktu pengerjaannya tergantung besar kecilnya rumah yang dibersihkan. Untuk ukuran rumah seluas 36 meter, ia mampu mengerjakannya dalam waktu kurang dari sehari.

Upah jasa pembersihan atap juga bervariasi, dihitung berdasarkan tingkat kesulitan. Rata-rata membersihkan atap rumah tipe 36, ia menarif Rp 450.000. Sedangkan untuk rumah besar atau bertingkat, ongkosnya bisa mencapai jutaan rupiah.

"Pemilik tahunya sudah bersih atapnya dan bersih abu yang jatuh di bawahnya," kata Budi, Selasa (25/2/2014).

Para pemilik rumah juga tidak perlu menyiapkan makan untuknya. Uang makan sudah dimasukkan ke upah. "Kalau cemilan sih terserah yang punya rumah," katanya.

Sunarto, penjual jasa bersih atap lainnya, menyasar bangunan pasar sebagai kliennya. Ia menetapkan tarif Rp 50.000 untuk membersihkan atap kios ukuran 3x3 meter yang ada di pasar. Setiap harinya, Sunarto mampu membersihkan 5 hingga enam kios.

Keberadaan para pembersih atap itu cukup bermanfaat bagi warga. Rata-rata mereka memanfaatkan jasa para pembersih atap karena masalah waktu dan faktor lain seperti takut ketinggian.

"Lagian kalau tidak segera dibersihkan, kalau hujan tiba, bisa ambruk atapnya. Kalau ambruk, biaya renovasi lebih mahal dari ongkos membersihkan atap," kata Fasichuddin, seorang warga.

Pekerjaan membersihkan atap dari abu vulkanis, bukan pekerjaan tanpa risiko. Data yang dihimpun dari tiga rumah sakit yang ada di Kota Kediri, mulai 14 hingga 20 Februari 2014, setidaknya ada 357 pasien yang dirawat karena jatuh dari atap saat membersihkan abu. Bahkan tiga di antaranya meninggal dunia.

Kecelakaan saat membersihkan atap juga menimpa dua orang pekerja pada Senin (24/2/2014), di Kelurahan Kaliombo. Satu orang meninggal dunia dan satu orang dirawat di rumah sakit karena tersengat aliran listrik.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X