Kabut Asap Pekanbaru, Pesawat Akbar Tandjung Mendarat di Batam

Kompas.com - 25/02/2014, 16:21 WIB
EditorKistyarini
PEKANBARU, KOMPAS.com - Maskapai Garuda Indonesia mengalihkan pendaratan pesawatnya ke Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau, sebab kabut asap kebakaran hutan dan lahan mengganggu jarak pandang pilot di udara Pekanbaru, Riau, Selasa (25/2/2014).

Berdasarkan informasi yang diperoleh dari acara Lokakarya Pemenangan Pemilu dan Diklat Jurkamda Partai Golkar Pemilu 2014 Tingkat Provinsi Riau yang diadakan di Pekanbaru, Selasa, di dalam pesawat itu terdapat dua petinggi Partai Golkar.

"Sampai saat ini, Bapak Akbar Tanjung dan Bapak Sharif Cicip Sutardjo belum sampai karena pesawat yang ditumpangi keduanya mendarat di Batam," ujar pembawa acara di acara partai tersebut.

Akbar Tandjung menjabat sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar, sedangkan Sharif Cicip Sutardjo menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Partai Golkar, dan sekarang diu pemerintahan berposisi Menteri Kelautan dan Perikanan.

Keduanya dijadwalkan tiba di Pekanbaru pada pukul 8.00 WIB sesuai jadwal keberangkatan pesawat Garuda Indonesia rute Jakarta-Pekanbaru jenis Boeing 737-800NG dengan nomor penerbangan GA170.

Pesawat yang ditumpangi petinggi kedua partai tersebut seharusnya lepas landas dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta pukul 6.00 WIB dan mendarat di Bandara Internasional Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru jam 7.50 WIB.

Sebelumnya, pada pekan lalu saat dilakukan acara pelantikan Gubernur dan Wakil Gubernur Riau Annas Maamun-Arsyadjulandi Rachman oleh Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi, dua petinggi partai yang sama terlambat menghadiri acara pelantikan karena pekatnya kabut asap.

Selain Akbar Tanjung, satu pertinggi partai yakni anggota Dewan Penasihat Partai Golkar Fahmi Idris beserta rombongan.  

Sehari sebelumnya, Senin (24/2/2014), satelit Terra dan Aqua mendeteksi kemunculan titik panas di daratan Provinsi Riau meningkat 150 kali lipat dari sebelumnya 64 titik menjadi 1.234 titik yang tersebar di delapan kabupaten/kota. "Itu merupakan pendeteksian pagi ini," kata analis Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika Stasiun Pekanbaru, Ardhitama.

Mengenai kondisi daratan Sumatera secara keseluruhan satelit mendeteksi 1.398 titik panas dan Riau tetap mendominasi dengan 1.234 titik. Titik panas di Sumatera terdeteksi di Sumatera Utara sebanyak 85 titik, Kepulauan Riau (43), Jambi (25), Sumatera Barat (5), kemudian Lampung dan Bangka Belitung masing-masing terdeteksi satu titik.

Di Riau, menurut dia, titik panas terbanyak berada di Kabupaten Bengkalis dengan 525 titik, Siak (208 titik), Meranti (141), Dumai (126), Pelalawan (118) Indragiri Hilir ada 74 titik panas, Rokan Hilir (48) serta di Indragiri Hulu ada 4 titik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Cara Gubernur Edy Rahmayadi Cegah Peredaran Virus Corona

Regional
Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Kerangka Manusia Korban Likuefaksi Palu Ditemukan, Dimakamkan di Pemakaman Massal

Regional
Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Viral Video Mantan Bupati Nias Selatan Dilempar Kotoran Babi

Regional
Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Foto Editan Lutfi Alfiandi Pegang Bendera Nasdem Diiklankan Cawalkot Makassar

Regional
Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Istri Musthofa Kamal Pasha Deklarasi Maju di Pilkada Mojokerto

Regional
Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Paus 15 Meter yang Terdampar di Rote Ndao Dikubur Pakai Alat Berat

Regional
Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Walhi Tolak Pembangunan Kereta Gantung di Gunung Rinjani, Ini Alasannya

Regional
Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Kasus Akun Medsos yang Diduga Menghina Risma Naik ke Tingkat Penyidikan

Regional
Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Fakta Pawang Ular di Kalbar Tewas Digigit King Kobra Saat Atraksi, Dikenal Sebagai Dukun

Regional
Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Kepada DPRD Jember, Para Rekanan Proyek Buka-bukaan soal Kasus Korupsi

Regional
RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

RSUD Kendal Siapkan Dua Kamar untuk Pasien Penderita Virus Corona

Regional
Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Tim SAR Hentikan Pencarian Kapal Panji Saputra yang Hilang di Maluku

Regional
Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Mayat Perempuan Berseragam Pramuka di Tasikmalaya Diduga Korban Bullying

Regional
Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Virus Corona, Masyarakat Minta Penerbangan China ke Manado Ditutup Sementara

Regional
45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

45 Mahasiswa yang Pulang ke Papua Pasca Kerusuhan, Kini Kembali ke Kota Tempat Studi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X