Kompas.com - 23/02/2014, 15:09 WIB
Beberapa anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) bertugas di pos utama tanggap darurat bencana erupsi Gunung Kelud di kawasan Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimBeberapa anggota Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) bertugas di pos utama tanggap darurat bencana erupsi Gunung Kelud di kawasan Simpang Lima Gumul, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
|
EditorGlori K. Wadrianto
KEDIRI, KOMPAS.com — Keberadaan radio amatir terbukti menjadi salah satu bagian krusial dalam penyebaran informasi yang valid pada penanggulangan suatu bencana. Seperti dalam bencana erupsi Gunung Kelud 13 Februari 2014 lalu.

Di Kabupaten Kediri, peranan radio amatir yang tergabung dalam Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) itu menjadi bagian penting penanggulangan bencana letusan yang merusak lebih dari 19 ribu rumah, dan membuat 66 ribu jiwa menjadi pengungsi di Kediri itu.

Eksistensi RAPI dalam bencana Kelud sudah kentara sejak sebelum letusan terjadi. Mereka turut menyebarkan informasi terkait kesiapsiagaan masyarakat selama rentang pra-erupsi.

Keberadaan anggota mereka yang tersebar dari hulu, atau disebut titik nol, hingga ke hilir atau masyarakat langsung, menjadi poin pentingnya. Titik nol dalam darurat Kelud adalah pusat informasi yang berada di Pos Pantau Kelud.

Pos pantau milik Pusat Vulkanologi Mitigasi dan Bencana Geologi (PVMBG), merupakan pusat data aktivitas kegunungapian yang ada di Desa Sugihwaras, Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri. Lokasinya sekitar tujuh kilometer dari puncak kawah Kelud.

Setiap enam jam sekali, data tersebut diolah untuk evaluasi. Dari posisi itu, tak ayal, RAPI selalu mendapat informasi akurat, lalu cepat tersalurkan kepada seluruh jajarannya, hingga ke masyarakat.

Terkait erupsi Gunung Kelud itu, RAPI patut dipuji. Mereka berada dalam lingkar wilayah sekitar Gunung Kelud, meliputi Kecamatan Ngancar, Kecamatan Wates, Kecamatan Ringinrejo, serta beberapa wilayah lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Merekalah orang-orang yang hampir tidak istirahat demi memberikan kabar terbaru perkembangan Gunung Kelud. Mereka setia menunaikan tugas di pos masing-masing, hingga detik-detik gunung berketinggian 1.731 mdpl itu meletus.

"Saya baru turun gunung bersamaan dengan para pengamat gunung yang ada di pos pantau," kata Erik Sutrada, dengan nama udara Sukoco, pada Kompas.com, Minggu (23/2/2014).

Sukoco bertugas di pos titik nol sebagai petugas pusat informasi. Informasi dari titik nol akan dipancarkan kepada posko utama RAPI yang ada di kawasan Simpang Lima Gumul, atau berjarak sekitar 35 kilometer dari titik nol.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Peringati HSN 2021, Wagub Uu Nyatakan Kesiapan Pemprov Jabar Bina Ponpes

Regional
Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Ridwan Kamil Pastikan Pemerintah Gelontorkan Rp 400 Triliun untuk Bangun Jabar Utara dan Selatan

Regional
Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.