Kompas.com - 20/02/2014, 13:41 WIB
|
EditorGlori K. Wadrianto
MAKASSAR, KOMPAS.com — Anggota Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP), Sulawesi Barat (Sulbar), Syafri Arifin, yang ditangkap mengedarkan sabu dilepas dengan alasan tidak cukup bukti.

Padahal, hasil pemeriksaan urine terhadap Syafri yang ditangkap pada Rabu petang membuktikan bahwa aparat ini menggunakan narkoba. Pemeriksaan urine dilakukan oleh Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polri cabang Makassar.

Namun, Kepala Satuan Narkoba Polrestabes Makassar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Syamsu Arib yang dikonfirmasi, Kamis (20/2/2014), mengaku tidak mengetahui penyelidikan kasus narkoba yang melibatkan anggota BNNP Sulbar tersebut.

"Kasus itu memang digelar di sini, tapi saya bingung dengan hasil penyelidikan dan penyidikan yang dilakukan Polsekta Makassar. Saya bingung juga liat itu, sampai Polsekta Makassar melepasnya," kata dia.

Sementara itu, Kepala Polsekta Makassar Komisaris Polisi (Kompol) Emil Ristianto yang dikonfirmasi terpisah mengaku tidak bisa menahan anggota BNNP Sulbar yang dilepas kemarin karena tidak cukup bukti.

Dia berkilah polisi yang melakukan penangkapan tidak menemukan barang bukti narkoba pada Syafri.

Emil mengaku, polisi hanya menemukan sabu di tas milik rekan Syafri, Wahyudi, saat berkunjung ke rumahnya. "Meskipun urinenya positif, kita tidak bisa tahan anggota BNNP Sulbar itu. Dia dilepas karena dianggap tidak cukup bukti," kata Emil.

"Tidak cukup buktinya sebab polisi saat itu tidak menemukan barang bukti di badannya. Barang bukti ditemukan di tas rekannya," sambung Emil.

Sebelumnya telah diberitakan, lelaki berusia 44 tahun, warga Jalan Kacong Daeng Lalang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, itu ditangkap di sebuah rumah yang dicurigai tempat pengedar narkoba. Rumah itu berada di Jalan Veteran Utara, Lr 41, Makassar, Sulawesi Selatan. Penangkapan terjadi pada Minggu (16/2/2014). 

Selain memiliki kartu identitas anggota BNNP Sulbar, Syafri pun mengaku berstatus pegawai negeri sipil (PNS). Bahkan, Syafri sempat membentak-bentak polisi yang menangkapnya.

Syafri ditangkap bersama seorang rekannya, Junaidi alias Wahyudi (29), warga Jalan Rajawali. Dari keduanya, polisi mengamankan barang bukti tiga gram sabu, seratus lembar bungkusan plastik, dan uang sejumlah Rp 4,5 juta yang diduga hasil penjualan narkoba. 

Di lokasi, polisi juga menemukan belasan botol minuman keras dan belasan selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X