Presiden SBY Diminta Jangan Dulu Resmikan Tol Semarang-Solo

Kompas.com - 19/02/2014, 23:12 WIB
Warga Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/10/2012) bernegosiasi dengan PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek pembangunan tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen KOMPAS/Amanda Putri NugrahantiWarga Desa Lemah Ireng, Kecamatan Bawen, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Rabu (31/10/2012) bernegosiasi dengan PT Adhi Karya selaku pelaksana proyek pembangunan tol Semarang-Solo ruas Ungaran-Bawen
|
EditorFarid Assifa

UNGARAN, KOMPAS.com - Wakil Bupati Semarang, Warnadi meminta PT Trans Marga Jateng (TMJ) menunda peresmian jalan tol Semarang-Solo sesi II yang rencananya akan dilakukan oleh Presiden SBY Maret mendatang.

Permohonan itu berkaitan dengan belum diselesaikannya sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial yang harus diganti lantaran terkena pembebasan lahan jalan tol.

"Waktu rapat forum pimpinan daerah saya sampaikan, kalau bisa Presiden jangan meresmikan (proyek) yang belum clear. Kita setuju dibuka, tapi tidak diresmikan oleh presiden," kata Warnadi, Rabu (19/2/2014) siang.

Pemkab Semarang, lanjut Warnadi, khawatir jika dipaksakan diresmikan oleh Presiden SBY, akan memancing aksi protes dari pihak-pihak yang kecewa karena fasilitas umum dan sosial yang belum terselesaikan.

"Nanti merepotkan pejabat daerah. Siapa tahu ada unjuk rasa menyampaikan persoalan (fasum/fasos) ini. Sebaiknya (TMJ) clear and clean semuanya," jelas Warnadi.

Sejumlah fasilitas umum dan sosial yang yang belum dibangun, lanjut Warnadi, di antaranya lapangan di desa Kalirejo, rumah dinas, puskesmas, dan sejumlah tempat ibadah yang tersebar di wilayah Ungaran Timur, Bergas, Pringapus dan Bawen.

"Cukup banyak, tapi saya sebut yang besar-besar. Yang di Kalirejo ada lapangan sepak bola, rumah dinas kepala sekolah dan guru SD, rumah dinas lurah, gedung PKK dan lumbung padi. Itu belum beres semua. Saya minta itu diselesaikan secara komprehensif," tandasnya.

Sementara itu di kecamatan Pringapus, fasilitas sosial yang belum dibangun adalah lapangan Desa Klepu, pendukung SD Klepu 1 berupa lapangan sekolah dan pagar sekolah. Di Bawen, pembangunan SD Kandangan 4 dan tempat pemakaman umum (TPU) Ngancar juga belum dibangun.

"Terkait itu, kami menunda memfasilitasi pembebasan tanah untuk sesi tol Bawen-Kaliwungu. Jangan sampai menumpuk masalah," katanya.

Penyelesaian sejumlah fasilitas umum dan sosial, menurut Warnadi, merupakan bagian tak terpisahkan dari janji pihak TMJ yang tidak akan menimbulkan dampak negatif dari pembangunan jalan tol Semarang-Solo.

"Jalan tol ditargetkan selesai Maret. Kami minta fasum-fasos (fasilitas umum dan fasilitas sosial) juga diselesaikan. Kalau bisa, proyek (tol) ini membuat masyarakat bangga, bahwa jalan tol tidak hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga mengubah keadaan menjadi lebih baik. Sekolah menjadi baik, masjid, lapangan, dan semua fasilitas yang terkena pembebasan lahan," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Pantau Penerapan Protokol Kesehatan di Pasar, Pemkab Sidoarjo Pasang CCTV

Regional
Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Debat Pilkada Wonogiri, Paslon Harjo Soroti soal Investasi

Regional
Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Dicekoki Pacar Miras hingga Mabuk, Gadis di Bawah Umur Dicabuli 5 Temannya

Regional
Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Pelajar yang Jadi Tersangka Saat Demo Tolak UU Cipta Kerja di Jember Dibebaskan

Regional
Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Gelar Sekolah Tatap Muka, Disdikpora Bantul Tunggu Izin Bupati dan Orangtua

Regional
Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Jengah dengan Pandemi, Emak-emak Petani Ciptakan Batik Tulis Bermotif Corona

Regional
Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kronologi KKB Serang Pasukan TNI yang Sedang Patroli di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Pasien Covid-19 Meninggal di Salatiga Bertambah, Razia Protokol Kesehatan Digencarkan

Regional
Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Kondisi 3 Prajurit TNI yang Terluka dalam Kontak Senjata dengan KKB di Nduga

Regional
Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Kata BPOM Soal Uji Klinis Vaksin Covid-19: Dalam Sebulan Aspek Khasiatnya Hasilnya Baik

Regional
Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Kontak Senjata TNI dengan KKB di Nduga, 3 Prajurit Terluka

Regional
Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Mayoritas Wali Murid Ingin Sekolah Dibuka Kembali, Ini Sikap Wali Kota Probolinggo...

Regional
3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

3 Petugas Tracing Dinkes Jember Positif Covid-19, Kantor Ditutup

Regional
Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Di Tengah Pandemi Covid-19, Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak Menonjol di Sulteng

Regional
Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Calon Bupati Bantul Dipanggil Bawaslu, Terkait Video Bagi-bagi Uang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X