Risma Masih Bungkam soal Alasan Ingin Mundur

Kompas.com - 19/02/2014, 14:16 WIB
Warga Maluku bacakan dukungan tertulis di hadapan Risma. KOMPAS.com/Achmad FaizalWarga Maluku bacakan dukungan tertulis di hadapan Risma.
|
EditorKistyarini

SURABAYA, KOMPAS.com — Publik terus dibuat penasaran oleh sikap Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Sampai sekarang, dia masih belum bersedia menjelaskan alasan dia tiba-tiba berencana mundur dari jabatan.

Saat dicecar pertanyaan oleh wartawan terkait hal itu, Risma tidak banyak bicara. "Belum waktunya saya ngomong. Nanti suatu saat jika waktunya tepat saya pasti ungkap," kata Risma, Rabu (19/2/2014).

"Yang benar harus benar, dan yang salah harus salah," Risma menambahkan dengan nada tegas.
Namun, dia menolak menjelaskan maksud pernyataan tersebut.

Isu yang berkembang, Risma mengalami tekanan politik di internal partai pengusungnya, PDI-P Kota Surabaya, khususnya setelah Wishnu Sakti Buana menduduki jabatan Wakil Wali Kota Surabaya menggantikan Bambang Dwi Hartono.

Sementara itu, dukungan kepada Risma terus mengalir, baik yang disampaikan secara langsung dengan mendatangi ruang kerjanya maupun tidak langsung melalui media sosial dan gerakan "Save Risma".

Sejumlah kalangan yang sempat menyatakan dukungan moral secara langsung antara lain kalangan akademisi, pengusaha, mahasiswa, dan cendekiawan Surabaya. Bahkan, warga luar pulau yang bermukim di Surabaya, seperti Komite Perekat Persaudaraan Maluku (KPPM), juga turut memberikan dukungan moral kepada Risma.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aniaya Warga yang Mabuk Saat Pesta Pernikahan, Empat ASN dan 1 Satpam Diamankan

Aniaya Warga yang Mabuk Saat Pesta Pernikahan, Empat ASN dan 1 Satpam Diamankan

Regional
Hadapi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah Pangkas 30 Persen Biaya SPPD

Hadapi Covid-19, Pemkab Aceh Tengah Pangkas 30 Persen Biaya SPPD

Regional
Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Palangka Raya Kekurangan APD, 2.000 Unit Bantuan Kemenkes hanya Untuk 20 Hari

Regional
UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

UPDATE Corona di Jatim 28 Maret: 77 Positif, PDP 309, ODP 4.568 Orang

Regional
Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Regional
Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Wali Kota Kediri Umumkan 1 Kasus Positif Covid-19 Pertama

Regional
Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Tabrakan Maut Truk Kayu Vs Motor di Timika, Pengendara Motor dan 2 Penumpangnya Tewas

Regional
Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Jabar Perpanjang Sekolah di Rumah bagi Pelajar hingga 13 April

Regional
Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Dalam Sehari Dua Minibus Tertabrak KA di Kecamatan Toroh Grobogan, Dua Tewas

Regional
UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

UPDATE Corona di Sulsel 28 Maret: 33 Positif Covid-19, Terbanyak di Makassar

Regional
Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Regional
Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Cegah Penyebaran Covid-19, Hendrar Prihadi Pantau Kondisi Masyarakat Semarang

Regional
Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu Malam, Ketinggian Kolom 3.000 Meter

Gunung Merapi Kembali Erupsi Sabtu Malam, Ketinggian Kolom 3.000 Meter

Regional
Antisipasi Dampak Corona, Pemkab Manggarai Barat Bebaskan Retribusi Hotel dan Restoran di Labuan Bajo

Antisipasi Dampak Corona, Pemkab Manggarai Barat Bebaskan Retribusi Hotel dan Restoran di Labuan Bajo

Regional
Kabar Baik, Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, Semua Pasien Positif Corona di Kota Malang Dinyatakan Sembuh

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X