Kompas.com - 17/02/2014, 23:19 WIB
Pengungsi korban letusan Gunung Kelud memenuhi posko pengungsian Gereja Kristen Jawi Wetan Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (17/2/2014) . KOMPAS.com/Deytri Robekka AritonangPengungsi korban letusan Gunung Kelud memenuhi posko pengungsian Gereja Kristen Jawi Wetan Segaran, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (17/2/2014) .
|
EditorFarid Assifa

Pukul 13.30 WIB, kegelisahan anak-anak menular ke orang dewasa. "Jadi datang atau ndak sih?" ujar Sukasih, seorang pengungsi. Pertanyaannya itu diajukan hampir setiap 10 menit.

Pukul 14.00 WIB, sekelompok pengungsi tambahan kembali datang. Salah satu di antara mereka mengaku datang dari posko pengungsian di Desa Pojok, Kecamatan Wates.

Harapan membuncah kembali ketika sekitar pukul 14.30 WIB, anggota pasukan pengaman presiden (paspamres) mengetes pengeras suara. Beberapa pengungsi bertepuk tangan.

Sayang, harapan belum terwujud jadi kenyataan. SBY belum juga tampak. Belum terdengar sirine mobil patroli pengawal. "Persidennya sido rene opo ora toh, Bu? (Persidennya jadi ke sini atau tidak sih, Bu?)" kata seorang balita yang bahkan belum lancar mengucap "presiden".

Presiden tiba

Pukul 14.52 WIB, yang ditunggu-tunggu akhirnya menunjukkan wajahnya. Satu demi satu warga mendekati pintu utama ingin bertegur sapa dengan Presiden. Sekitar tiga menit lamanya, kepala dan ibu negara menyalami pengungsi.

Tetapi, hanya pengungsi yang duduk di dekat pintu utama saja yang berhasil menerima jabat tangan dari SBY. Yang lain, hanya bisa menyaksikan tokoh yang dinantikannya hingga berjam-jam dari jarak jauh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Selama sekitar 3 menit, SBY kemudian menyampaikan sambutannya. Sambutan yang barangkali berniat memberi semangat bagi para korban erupsi. Sambutan itu juga memberi sedikit harapan bahwa pemerintah tidak tinggal diam atas kerusakan rumah warga.

Seusai berpidato, Presiden SBY akhirnya pamit undur dari tengah-tengah sekitar 600 orang pengungsi di sana. Tepat pukul 16.00 WIB, Presiden SBY mengucapkan kata perpisahannya. Total, hanya delapan menit lamanya SBY berada di dalam ruangan pengungsian itu.

Kendati ada waktu yang terpakai lebih lama, itu adalah karena kerumunan warga yang menyesaki lapangan depan ruangan. Dengan begitu, langkah SBY menuju mobilnya tertutup. Sebelum pukul 16.15 WIB, Presiden SBY sudah meninggalkan lokasi pengungsian bersama rombongan.

Setelah Presiden pamit, para pengungsi pun meninggalkan lokasi pengungsian. "Nunggunya sampai berjam-jam, tapi di sini sebentar thok (saja)," kata Sunami.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Baca tentang


Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

70 Tahun Hidup Tanpa Penerangan, Kini Warga Dusun Balakala Bisa Nikmati Listrik PLN

Regional
Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Terkait Polemik DTH di Luwu Utara, BPBD Sebut Semua Bantuan Sudah Tersalurkan

Regional
Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Cegah Pernikahan Dini, Bupati Luwu Utara Tandatangani Pakta Integritas Pencegahan Perkawinan Anak

Regional
Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Lewat Sistem Hibah, Pemkab Tanah Bumbu Ajak Perusahaan Dongkrak Penghasilan Daerah

Regional
Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Diundang ke Wamena, Ganjar: Impian Saya Sejak Lama

Regional
UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.