Berniat Mundur, Risma Bantah karena Tekanan Politik

Kompas.com - 17/02/2014, 19:33 WIB
Risma didukung agar tidak mundur dari walikota Surabaya. KOMPAS.com/Achmad FaizalRisma didukung agar tidak mundur dari walikota Surabaya.
|
EditorFarid Assifa

SURABAYA, KOMPAS.com - Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini membenarkan kabar bahwa dirinya akan mengundurkan diri dari jabatan orang nomor satu di Surabaya. Namun dia menolak menjelaskan secara rinci apa alasannya.

Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga membantah jika ada tekanan politik sehingga dia memilih mundur dari jabatannya.

"Kalau isu saya akan mundur itu memang iya," katanya seusai menerima sejumlah kalangan yang mendukungnya untuk tidak mundur di kantor Wali Kota Surabaya, Senin (17/2/2014).

Risma memang belum mengutarakan secara jelas apa alasan dia berencana mundur. Namun dalam beberapa kesempatan, termasuk saat menerima tamu siang tadi, Risma selalu bercerita tentang sejumlah permasalahan perkotaan seperti PSK di lokalisasi dan kenakalan remaja. Kisah itu disampaikan Risma sambil meneteskan air mata.

"Kalau bukan kita-kita, siapa lagi yang mengurus mereka," ungkap Risma.

Cerita seperti itu juga disampaikan Risma pada tayangan langsung wawancara khusus di sebuah stasiun televisi, pekan lalu. Bahkan setelah itu, Risma sempat menjadi trending topic di jejaring sosial Twitter.

Senin siang tadi, Risma didatangi sejumlah kalangan seperti akademisi, mahasiswa, dan pengusaha. Mereka memberikan dukungan moral kepada Risma agar tetap memimpin Surabaya dengan gayanya, tanpa tekanan dari sejumlah pihak termasuk partai politik.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Seorang Kakek Hilang Tersesat di Hutan Serang, Banten

Regional
Soal Foto Komodo 'Adang' Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Soal Foto Komodo "Adang" Truk, Pemprov NTT: Jangan Ditafsirkan Seolah Komodo Tidak Suka...

Regional
Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Cerita Anya Membuat Perhiasan Cantik dari ASI, Produknya sampai ke Singapura

Regional
Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Sederet Kisah Pernikahan Dini di NTB, Mulai Umur 12 Tahun hingga Menikahi 2 Gadis dalam Sebulan

Regional
Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Libur Panjang, Khofifah Minta Warga Waspadai Covid-19 dan Bencana Hidrometeorologi

Regional
Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Belasan Remaja Saling Jambak dan Pukul hingga Tersungkur, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Kamar Hotel Tempat Pedagang Pakaian Tewas Dibunuh Dipesan Seorang Pria Mabuk

Regional
Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: 'Ngurusi Mudik Disik Wae'

Namanya Teratas dalam Survei Capres 2024, Ganjar: "Ngurusi Mudik Disik Wae"

Regional
Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Pasien Rawat Jalan Tak Perlu Datang ke RSUD Sumedang, Ini Kegunaan Aplikasi Koncibumi

Regional
Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Kronologi Kakek 60 Tahun Dianiaya Tetangganya hingga Tewas

Regional
Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Antisipasi Lonjakan, Penumpang Kereta Api Diminta Lakukan Rapid Test Lebih Awal

Regional
Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Hadapi Debat Pertama Lawan Gibran-Teguh, Pasangan Bajo Lakukan 3 Kali Simulasi

Regional
KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

KPU Ternate Larang Paslon dan Pendukung Lakukan Arak-arakan Saat Hadiri Debat Pilkada

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 26 Oktober 2020

Regional
Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Hanya karena Sering Ngompol, Bocah Balita Dianiaya hingga Alami Trauma

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X