Walkot Salatiga Ikut Bersihkan Fasilitas Publik dari Abu Kelud

Kompas.com - 15/02/2014, 16:05 WIB
Tangki air milik PDAM Salatiga membersihkan debu vulkanik disejumlah fasilitas umum dan perkantoran milik pemerintah, Sabtu (15/2/2014) siang. kompas.com/ syahrul munirTangki air milik PDAM Salatiga membersihkan debu vulkanik disejumlah fasilitas umum dan perkantoran milik pemerintah, Sabtu (15/2/2014) siang.
|
EditorFarid Assifa

SALATIGA, KOMPAS.com - Salah satu wilayah terdampak letusan gunung Kelud adalah kota Salatiga. Intensitas hujan abu yang cukup tinggi kemarin sempat melumpuhkan aktivitas warga, bahkan Dinas Pendidikan setempat mengeluarkan instruksi sekolah diliburkan.

Sehari pascahujan abu vulkanik, Wali Kota Salatiga, Yulianto memimpin langsung bersih-bersih kantor pemerintahan dan fasilitas umum publik seperti alun-alun, jalan raya, sekolahan, masjid, gereja, rumah sakit dan fasilitas lainnya.

"Kita hari ini bersama dibantu TNI dan Polri mulai membersihkan balai kota, DPRD, kantor-kantor pemerintah lainnya, masjid, gereja, dan lapangan pancasila. Hal itu agar masyarakat bisa kembali beraktivitas normal tanpa terganggu abu vulkanis," kata Yulianto, Sabtu (15/2/2014) siang.

Kepala PDAM Kota Salatiga, Samino mengatakan, sedikitnya ada enam mobil tangki air milik PDAM dan dua mobil pemadam kebakaran diterjunkan dalam kegiatan itu.

Petugas menyemprotkan air ke abu yang menempel, sementara para relawan dengan menggunakan sapu lidi menggiring abu yang terkumpul ke dalam selokan.

"Kita ambil airnya dari sumber kali taman dan dukuh, ini bolak-balik dan sudah ribuan liter yang kita gelontorkan. Selain ke kantor, kita fokuskan ke jalan raya, karena ketebalan debu sangat berbahaya bagi pengendara motor," kata Samino.

Dari pantauan Kompas.com, sejauh mata memandang, seluruh atap bangunan dan pepohonan yang ada di Salatiga tampak memutih diselimuti debu vulkanis dengan ketebalan mencapai 1 sentimeter.

Sementara itu, di kota Ambarawa, Kabupaten Semarang, meski kondisinya cukup parah terpapar abu vulkanis, tidak terlihat aktivitas seperti yang dilakukan oleh Pemkot Salatiga.

Warga masih memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, karena abu vulkanis berterbangan dimana-mana.

Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X