Hujan Abu Kelud di Sleman, Kejadian Luar Biasa

Kompas.com - 14/02/2014, 23:11 WIB
KOMPAS.com/Wijaya kusuma Kondisi perempatan tajem maguwoharjo sleman tertutup abu pekat

SLEMAN, KOMPAS.com — Pemerintah Kabupaten Sleman menetapkan status tanggap darurat atas hujan debu sebagai dampak letusan Gunung Kelud.

Penetapan ini menindaklanjuti SK Gubernur DI Yogyakarta Nomor 27/Kep/2014 tanggal 14 Februari 2014, serta SK Bupati No.22/Kep.KDH/A/2014.

Hal tersebut diputuskan setelah rapat koordinasi digelar antara Pemkab Sleman dan jajaran Muspida. Julisetiono Dwiwasito, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, mengungkapkan, hujan debu yang mengguyur Sleman dan DI Yogyakarta merupakan kejadian yang luar biasa dan memerlukan penanganan khusus, Jumat (14/2/2014).

"Kami menetapkan status tanggap darurat untuk bencana ini," ungkapnya.

Adapun langkah yang ditempuh oleh Pemkab Sleman, antara lain, mendistribusikan 50.000 kardus masker, dan akan ditambah sebanyak 100.000 buah. Masker-masker ini bisa diperoleh melalui puskesmas terdekat. Selain itu, pihaknya juga akan mengerahkan mobil pemadam kebakaran dan mobil tangki air DPUP untuk membersihkan jalan dari debu.

"Kami akan membersihkan jalanan dari debu, dengan cara menyemprotkan air. Prioritas kami adalah jalan kabupaten, dan dimulai dari lingkungan pemkab dahulu," terangnya.

Pemkab Sleman juga membuat dua posko 24 jam guna menghadapi dampak letusan vulkanis Gunung Kelud, yakni di posko Bayu Induk yang terletak di kantor BPPD Kabupaten Sleman dengan nomor telepon 0274-869375, dan posko Pakem (0274-898350).

Informasi dari posko Bayu Induk dapat dipantau pada frekuensi 159.800 duplex-5000 atau di-input 154.800.

BPBD Sleman juga mengimbau masyarakat turut berperan dalam gotong royong membersihkan jalan dan atap rumah dari debu. Pihaknya mengimbau agar pembersihan jalan dilakukan secara tuntas agar tidak bertambah licin.

"Masyarakat harus bergotong royong membersihkan jalan dan rumah yang sekiranya tidak kuat menahan beban abu. Selain itu, kami imbau masyarakat tidak keluar rumah jika tak ada keperluan mendesak," katanya.

Sementara itu, Arif Haryono, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Sleman, akan meliburkan kegiatan belajar mengajar siswa-siswi jenjang TK hingga SMA. Hal ini diberlakukan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan dari peserta didik.

"Dua hari, terhitung Jumat (14-15 Februari), kami tetapkan sebagai hari libur. Adapun pada hari Senin (17/2/2014), akan ada kegiatan kerja bakti di tiap sekolah," ungkapnya.



Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
EditorFarid Assifa

Terkini Lainnya


Close Ads X