Kompas.com - 14/02/2014, 13:56 WIB
20140214K71-12: Pantauan dari puncak bukit pada tiga RT di Balikpapan bagian Barat, Kaltim, yang diamuk api. Sejumlah 33 rumah ludes. Satu orang tewas terbakar. Dani J20140214K71-12: Pantauan dari puncak bukit pada tiga RT di Balikpapan bagian Barat, Kaltim, yang diamuk api. Sejumlah 33 rumah ludes. Satu orang tewas terbakar.
|
EditorGlori K. Wadrianto
BALIKPAPAN, KOMPAS.com – Api kembali mengamuk di Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (14/2/2014) subuh hari, pukul 04.00. Sebanyak 33 rumah di RT 4, RT 6, dan RT 8 di Kampung Baru Ilir, Balikpapan bagian Barat, hangus terbakar.

Sekitar 250 jiwa dari 60 kepala keluarga di tiga RT itu terpaksa kehilangan tempat tinggal. Satu orang wanita tua meninggal dunia dalam kebakaran itu. Kerugian diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

Besarnya amukan api itu membuat tim pemadam kebakaran dengan 15 mobil damkar harus berjibaku empat jam untuk menjinakkan kobaran api.

“Rumah berdempetan. Satu sama lain sangat rapat. Jalan masuk yang sempit dan jauh. Selang pemadam saja harus sambung menyambung saat memadamkan api,” kata Kapolsek Barat, Komisaris Polisi, Kifli S Supu.

Dia menerangkan betapa sulitnya medan kebakaran sehingga menyebabkan api sulit dipadamkan sekalipun belasan unit pemadam diterjunkan.

Kebakaran berlangsung saat menjelang pagi. Ketua RT 4, La Tabe, mengungkapkan, api berasal dari rumah kontrakan yang dihuni Umar bersama seorang istri dan anaknya.

Saat terjadi kebakaran, kata La Tabe, semua warga nyaris tidak ada yang tahu lantaran tertidur pulas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Teriakan seorang tetangga dari rumah milik Masnah membangunkan warga. “Kalau bukan ada teriakan dari rumah Masnah, mungkin kami semua tidak tahu. Ketika keluar, api sudah besar di rumah Umar. Api sudah membakar ke sana kemari. Rata-rata warga yang kena kebakaran tak bisa menyelamatkan harta bendanya,” kata La Tabe.

Wilayah Balikpapan pada umumnya berkontur bukit lembah dan bertebing dengan tanah agak berpasir. Warga tak segan mendirikan bangunannya di kontur itu. Kebanyakan warga membangun rumah dengan perpaduan beton dan kayu.

Akses ke kawasan yang dibangun warga pun berupa jalan sempit saat masuk ke sana. Akibatnya, kebakaran bisa sulit dikendalikan dan menimbulkan korban harta benda tak sedikit hingga kerap memakan korban jiwa.

Kawasan kebakaran yang dilanda kebakaran kali ini pun serupa. Tiga RT berdiri di sebuah sisi bukit. Api yang besar dipicu angin membuat cukup banyak rumah menjadi korban.

Beberapa bagian tebing pun bahkan jadi longsor. Api yang membakar menyebakan sedikit orang bisa menyelamatkan harta bendanya dengan cepat.

“Rumah saya saja habis langsung ludes. Jarak dari api mula-mula ke rumah saya cukup jauh. Tapi bagaimana tiba-tiba di dekat rumah saya ini mendadak besar. Belum lagi sekarang akan susah dibangun karena tanah di tebing ini jadi longsor,” kata Saniah, Ketua RT 6.

Akibat kebakaran ini, puluhan keluarga itu kini harus tinggal di rumah-rumah warga sekitar, beberapa posyandu, maupun kantor kecamatan, dan kelurahan terdekat. Pemerintah kota juga mendirikan tenda darurat untuk para korban di kantor kelurahan setempat. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Pemprov Jabar Gaet Investor Timur Tengah, Kang Emil: Kami Lakukan lewat Door-to-Door

Regional
Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Pasangan Moka Jabar 2021 Resmi Terpilih, Ridwan Kamil: Semoga Bisa Menjadi Teladan

Regional
Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Ketua Komisi III DPR Minta Polri Transparan Ungkap Kasus Dugaan Pemerkosaan Anak di Luwu Timur

Regional
Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Wakil Ketua TP PKK Jabar: Kualitas Pemuda Harus Ditingkatkan lewat Pendidikan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.