Menggugah Simpati Lewat Pameran Foto Bencana Manado

Kompas.com - 12/02/2014, 13:06 WIB
Pengunjung sedang melihat-lihat foto-foto mengenai bencana banjir di Manado yang sedang dipamerkan dalam Pameran dan Lelanf Foto Amala, Kompas.com/Ronny Adolof BuolPengunjung sedang melihat-lihat foto-foto mengenai bencana banjir di Manado yang sedang dipamerkan dalam Pameran dan Lelanf Foto Amala, "Banjir Surut Bijak Bertaut" yang diselenggarakan Forum F/21 di Manado.
|
EditorGlori K. Wadrianto
MANADO, KOMPAS.com - Sebanyak 13 fotografer memamerkan 26 karya foto mereka yang merekam bencana banjir bandang yang melanda Manado bulan lalu. Pameran yang diberi tema "Banjir Surut Bijak Bertaut" ini berlangsung di Manado Town Square sejak 9 Februari, dan akan ditutup pada 16 Februari 2014 nanti.

Beberapa pengunjung yang datang melihat pameran tersebut terlihat terharu bahkan menitikkan air mata. Mereka tidak bisa menahan rasa harunya ketika menyaksikan frame demi frame dari 26 foto tersebut.

Pameran yang disertai dengan penggalangan dana tersebut diselenggarakan oleh Forum F/21. "Semua hasil dari penggalangan dana pada event ini akan kami sumbangkan ke korban bencana banjir bandang di Manado," ujar salah satu anggota Forum F/21, Toar Pantouw, Rabu (12/2/2014).

Menurut dia, apa yang sedang dialami oleh korban banjir menjadi keprihatinan semua pihak. Para fotografer yang memotret kejadian tersebut, baik pada waktu bencana maupun sesudah bencana tergerak ikut membantu meringankan penderitaan mereka.


Stenly Pantolowakang yang juga merupakan anggota Forum F/21 menjelaskan, penyaluran dana dari hasil pelaksanaan event akan dilakukan secara transparan. "Kami terbuka bagi siapa saja yang ingin mengetahui berapa dana terkumpul dan bagaimana penyalurannya nanti. Bahkan kami berharap media bisa mengawal ini, agar transparan," tambah Stenly.

Ada sebanyak 13 fotografer yang memamerkan karya foto mereka. Uniknya, para peserta pameran tersebut bukan hanya datang dari kalangan fotografer jurnalis, tetapi dari beragam profesi, seperti, karyawan, dosen, perawat bahkan penyelam.

Selain fotografer asal Sulawesi Utara, ikut pula memamerkan karyanya dua fotografer jurnalis dari media nasional, yakni Heru Sri Kumoro dari Harian Kompas dan Panca Syurkani dari Media Indonesia.

Sementara, lelang foto secara terbuka rencananya akan dilaksanakan pada sabtu, 15 Ferbruari 2014 sore. Namun saat ini pengunjung yang ingin memiliki foto-foto tersebut sudah bisa melakukan penawaran.

Ke-13 Fotografer yang menjadi peserta adalah: Fiqman Sunandar, Ronny Adolof Buol, Stenly Pontolawokang, Edwnin Donie Ngangi, Joppy Mudeng, Hermondo Kasiadi, Samuel Kolinug, Lukman Polimenggo, Yudi Makka, Panca Syurkani, Toar Pantouw, Tonny Rarung dan Heru Sri Kumoro. 

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X