Kompas.com - 11/02/2014, 18:14 WIB
Ilustrasi pemukulan. Kompas.com/ EricssenIlustrasi pemukulan.

SOE, KOMPAS.com - Gara-gara dituding berselingkuh dengan istri anggota polisi, Deki Banamtuan (38), warga Desa Bena, Kecamatan Amanuban Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), dianiaya hingga babak belur oleh dua orang anggota polisi.

Tak terima dengan penganiayaan itu, Deki pun melapor ke Provost Polres Timur Tengah Selatan (TTS). Dua anggota polisi yang dilaporkan tersebut yakni Bilpian Silitonga yang bertugas di Polsek Amanuban Selatan dan Jemi Tefnai yang berdinas di Polda NTT.

Juru bicara keluarga Deki Banamtuan, Roland Nope yang didampingi Ivantri Nope kepada Kompas.com, di Soe, Selasa (11/2/2014) mengatakan, penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (9/2/2014) malam sekitar pukul 23.00 Wita di rumah milik Ako Bani, sepupunya Deki.

“Kejadian itu berawal ketika Deki yang bertandang ke rumahnya Ako Bani, tiba-tiba didatangi oleh anggota polisi yakni Bilpian Silitongan dan Jemi Tefnai. Kedatangan dua polisi itu tujuannya untuk menangkap Deki dengan tuduhan telah berselingkuh dengan istri Jemi Tefnai,” ungkap Roland.

“Kedatangan dua polisi itu pun tidak membawa surat penangkapan dan tanpa banyak bicara langsung melakukan pemukulan, tendangan secara membabi buta," ungkapnya.

Deki sempat berusaha untuk kabur, namun dua polisi itu malah mengambil pistol dan mengeluarkan tembakan ke udara sebanyak empat kali. Deki pun berhenti. "Saat berhenti itulah Deki kembali jadi bulan-bulanan. Pukulan dan tendangan bertubi-tubi terus diterima Deki,” sambung Roland.

Menurut Roland, Deki yang berusaha menyelamatkan diri dan ingin melaporkan peristiwa itu ke Polsek Amanuban Selatan yang berjarak 150 meter dari TKP justru terus dipukuli oleh Bilpian Silitonga sepanjang 50 meter. Beruntung dalam perjalanan ke Polsek, ada anggota polisi lainnya yang bernama Kela Nope, melerai aksi penganiayaan itu.

Selanjutnya, korban dibawa ke Polsek untuk dibuatkan berita acara pemeriksaan tanpa pemberitahuan kepada keluarga. Selain itu, telepon seluler milik Deki juga ikut ditahan untuk pemeriksaan.

“Deki dipukuli sebanyak empat kali oleh Jemi Tefnai, sedangkan Bilpian Silitonga secara berulang kali dipukul, ditendang, diinjak, ditodong pakai pistol dan dicaci maki. Akibatnya bahu kiri Deki lebam dan memar, dada kanan bengkak, rusuk kanan memar, pinggang bagian belakang juga memar dan juga mengalami pusing-pusing,” kata Roland.

Roland juga menyesalkan sikap Polsek Amanuban Selatan yang enggan menerima laporan penganiayaan dua anggota polisi yang sempat dilaporkan Deki. "Kapolsek tidak mau terima laporan Deki dengan alasan masih menangani kasus lain. Begitupun ketika pihak keluarga kembali lagi untuk melaporkan, tetapi tetap saja ditolak Kapolsek,” beber Roland.

Roland menyatakan pihak keluarga korban kecewa atas tindakan oknum polisi itu. Polisi yang seharusnya mengayomi dan melindungi masyarakat, malah berbuat sewenang-wenang.

"Kami berharap ada tindakan tegas dari pihak polisi yang berwenang. Semoga apa yang keluarga kami alami ini tidak terulang pada orang lain lagi,” pungkasnya.

Terkait dengan hal itu, Kapolres TTS, AKBP Agus Hermawan SIK mengatakan, laporan yang telah diampaikan oleh Deki pasti akan ditindaklanjuti oleh pihaknya. Namun, Agus menyatakan, laporan Deki itu adalah bohong. Agus menjelaskan, awalnya aparat polisi menerima laporan kasus periznahan dengan pelaku pria Deki.

“Jadi pelaku (Deki) tertangkap tangan. Dia memang sempat dipukul oleh Jemi Tefnai, suami dari pelaku perempuan dan masyarakat yang datang, namun dapat diselamatkan dan dilindungi oleh polisi yang datang ke TKP. Jadi bukan dipukul oleh anggota polisi dari Polsek Amanuban Selatan. Polisi mengeluarkan tembakan untuk menghalau masyarakat yang semakin banyak yang ingin menganiaya pelaku,” terang Agus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X