Kompas.com - 11/02/2014, 17:34 WIB
|
EditorFarid Assifa

PAMEKASAN, KOMPAS.com — Dana hibah dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) untuk perajin batik di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, sebesar Rp 500 juta masih mengendap. Dana tersebut belum tersalurkan kepada perajin batik yang sangat membutuhkan.

Mengendapnya dana hibah tersebut menuai keprihatinan dari organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Komunitas Parlemen Jalanan (Kopaja). Mereka mendatangi kantor Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Selasa (11/2/2014).

Abdul Hamid, perwakilan Kopaja Pamekasan, meminta Dinas Koperasi dan UKM Pamekasan segera mencairkan dana hibah tersebut. Sebab, SBY saat berkunjung ke Pamekasan, 5 Desember 2013, meminta agar dana tersebut segera diberikan sehingga perajin batik bisa cepat memanfaatkan dana tersebut untuk meningkatkan produksi.

“Apa alasan Dinas Koperasi UKM Pamekasan dana itu diendapkan? Seharusnya itu sudah diterima setiap perajin,” terang Abdul Hamid.

Dijelaskan Hamid, perajin batik banyak yang mengeluh, bahkan bertanya-tanya kapan dana itu akan diserahkan. Yang menjadi pertanyaan lainnya, siapa saja perajin batik yang akan mendapatkan dana hibah tersebut.

“Dinas Koperasi UKM belum menjelaskan kepada perajin batik siapa saja yang berhak mendapatkannya. Keluhan yang kami tampung, antarperajin batik sudah mulai ada gesekan karena ada yang kebagian dan ada yang tidak,” ungkapnya.

Kepala Dinas Koperasi UKM Herman Priyanto saat dikonfirmasi menjelaskan, mengendapnya dana tersebut karena persoalan administrasi. Untuk mencairkan dana tersebut, perlu lembaga berbadan hukum berupa koperasi. Dana tersebut akan dikelola koperasi yang beranggotakan perajin batik.

“Dana tersebut masih diendapkan sambil menunggu verifikasi nama-nama yang akan memanfaatkannya,” kata Herman.

Koperasi yang sudah dibentuk para perajin batik beranggotakan 300 orang. Dari 300 orang tersebut ada skala prioritas yang patut untuk memanfaatkan dana hibah Presiden SBY.

“Yang perlu diprioritaskan mendapat pinjaman dana adalah perajin batik yang hanya menjual produksinya kepada penjual di pasar. Sebab, mereka sangat membutuhkan modal usaha,” ungkap Herman.

Ditegaskan Herman, jika tidak ada aral melintang, dana tersebut akan diserahkan kepada pengurus koperasi pada 14 Februari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Riau: Sudah Lama Dinanti Investor

Penerbangan Internasional Dibuka, Gubernur Riau: Sudah Lama Dinanti Investor

Regional
Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Tim Muhibah Angklung Tampil di Amerika Serikat, Kadisparbud Jabar Ungkap Harapannya

Regional
Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Wagub Uu: Transformasi Migas Hulu Jadi Migas Utama Bantu Tingkatkan PAD di Jabar

Regional
Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Siapkan Generasi Emas, Wali Kota Metro Sosialisasikan Program Jama-PAI

Regional
Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Rumahnya Direnovasi Setelah Hampir Roboh, Nenek Ami Sampaikan Rasa Syukur kepada Ridwan Kamil

Regional
Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Program Perhutanan Sosial, Gubernur Riau Tanam Bibit Pohon Aren dan Tebar Benih Arwana di Rohul

Regional
Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Kang Emil Tunaikan Ibadah Haji sebagai Badal untuk Almarhum Eril

Regional
Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Pembangunan Masjid Raya Al-Jabbar Capai 56 Persen, Kang Emil: Pengerjaannya Tidak Mudah

Regional
Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Meriahkan Y20, Jabar Adakan Youth Innovation Festival untuk Publik

Regional
Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Ridwan Kamil Sebut KTT Y20 Jadi Platform Anak Muda Bangun Masa Depan

Regional
Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Peluang Ekspor Nonmigas Terbuka Lebar, Pemprov Jabar Fokus Dukung Eksportir Muda

Regional
Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Pertama di Indonesia, Pemkot Cilegon Gandeng PLN Olah Sampah Kota untuk Gantikan Batu Bara

Regional
Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Harga Sawit Terus Turun, Gubernur Se-Sumatera Bertemu Carikan Solusi

Regional
Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Antisipasi Dampak Psikososial Pascabencana, Pemprov Papua Siagakan 360 Relawan

Regional
Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Pemprov Papua Cek Kondisi Sapi Kurban dari Presiden Jokowi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.