Penderita Tumor Ungaran Sempat Dijemput Komisi Ombudsman

Kompas.com - 11/02/2014, 17:21 WIB
 Dimas Bekti Pratama (9) penderita tumor ganas bersama ibunya Praptini (33) warga Kaligawe, kelurahan Susukan, Ungaran Timur.
kompas.com/ syahrul munir Dimas Bekti Pratama (9) penderita tumor ganas bersama ibunya Praptini (33) warga Kaligawe, kelurahan Susukan, Ungaran Timur.
|
EditorKistyarini

UNGARAN, KOMPAS.com - Isak tangis menyelimuti upacara pemberangkatan jenazah Dimas Bekti Pratama (9), penderita tumor ganas di perut yang meninggal di RSUP Kariadi Semarang, Selasa (11/2/2014) pagi.

Puluhan warga Kaligawe, Kelurahan Susukan, Kecamatan Ungaran Timur, memenuhi rumah sederhana pasangan Kaswadi dan Praptini. Berkali-kali Praptini jatuh pingsan saat para tamu menyalami dan mengucapkan belasungkawa.

"Istri saya paling terpukul, sebab dia yang mendampingi Dimas setiap hari," kata Kaswadi.

Kepada Kompas.com ia menuturkan, setelah menjadi pemberitaan media, Dimas banyak mendapat kunjungan, termasuk dari Bupati Semarang Mundjirin. Bahkan Komisi Ombudsman sempat menjemput Dimas di RSUD Ungaran untuk membawa Dimas ke RSUP Kariadi. \

"Baru satu malam di RSUD, ada tim dari Ombudsman yang datang dan minta Dimas segera dirujuk ke Kariadi," jelasnya.

Dimas tiba di RSUP Kariadi, Jumat (7/8/2014) sore dan langsung mendapatkan penanganan medis. Kaswadi sempat merasakan perbedaan perlakuan, antara saat pertama masuk sendiri dengan sekarang saat didampingi Komisi Ombudsman.

"Kalau sekarang semua dijelaskan sama dokter, kami jadi paham kondisi Dimas. Kalau dulu, kami tak pernah diarahkan," terang Kaswadi.

Empat hari dirawat di RSUP Kariadi, Dimas mendapatkan penanganan medis di ruang ICU. Tim dokter sempat memasang selang untuk asupan melalui hidung. Operasi ringan juga dilakukan pada Senin malam, untuk memasang selang dibagian lambung kiri guna mengeluarkan cairan diperutnya.

"Saat Dimas kritis saya sedang ambil baju ganti dirumah. Jam 06 istri mengabarkan Dimas sudah dipanggil," kata Kaswadi dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, ketika dikonfirmasi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Semarang dr Gunadi mengatakan, pihaknya tidak mengetahui informasi penjemputan Dimas oleh Komisi Ombudsman saat dirawat di RSUD Ungaran.

Bahkan Gunadi mengaku baru mengetahui informasi meninggalnya Dimas dari Kompas.com. "Oh saya baru dengar. Saya tidak tahu informasi (soal Ombudsman) itu. Saya hanya ngikuti sampai Dimas dirawat di RSUD," jelas Gunadi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Kendarai Motor Saat Mabuk, 3 Remaja Kecelakaan di Tanjakan, 1 di Antaranya Tewas

Regional
1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah 'Rapid Test' Ulang

1.553 Petugas KPPS Lampung Reaktif Covid-19, Bukannya Langsung Swab Malah "Rapid Test" Ulang

Regional
Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Medan Dilanda Banjir, Banyak Kendaraan Mogok di Kampung Lalang

Regional
Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Parahnya Banjir di Medan, 7 Kecamatan Terdampak, 6 Orang Hilang, 2 Ditemukan Tewas

Regional
Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Terkait Polemik Kapal Isap Produksi di Babel, Gubernur Erzaldi Dukung Putusan RDP

Regional
Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Banjir Bandang di Medan, 3 Orang Tewas hingga Imbauan Gubernur Edy

Regional
Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Permintaan Risma ke Warga Surabaya: Tolong Tidak Usah ke Mana-mana Dulu...

Regional
Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Jadi Zona Merah, Kota Bandung Terapkan PSBB

Regional
Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Guru MAN 22 Palmerah Positif Covid-19 Usai ke Yogya, PHRI: Jangan Kambing Hitamkan Pariwisata DIY

Regional
Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Ketinggian Banjir di Tanjung Selamat Medan hingga 6 Meter, Tim SAR Sulit Evakuasi Korban

Regional
Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Erupsi Gunung Ile Lewotolok Masih Terjadi, Total 7.991 Warga Lembata Mengungsi

Regional
Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Penyebab Banjir di Kota Medan yang Merendam Hampir 3.000 Rumah

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Cegah Penularan Covid-19, Pemprov DIY Larang Pertunjukan pada Malam Tahun Baru

Regional
Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Longsor Jalan Medan-Berastagi, Satu Sopir Truk Tewas, Lalu Lintas Lumpuh Total

Regional
11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

11 Petugas KPPS Positif Covid-19, Ketahuan Berawal dari Hasil Rapid Test Massal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X