Kompas.com - 10/02/2014, 20:14 WIB
Radio bantuan menkominfo sudah setahun lebih mangkrak di salah satu ruang Kecamatan Sebatik Utara. Sejak diserah terimakan, radio ini hanya mengudara selam 2 bulan. KOMPAS.com/SUKOCORadio bantuan menkominfo sudah setahun lebih mangkrak di salah satu ruang Kecamatan Sebatik Utara. Sejak diserah terimakan, radio ini hanya mengudara selam 2 bulan.
|
EditorFarid Assifa

NUNUKAN, KOMPAS.com - Stasiun radio bantuan Kementerian Komunikasi dan Informatika di wilayah perbatasan Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara sudah 1 tahun lebih mangkrak. Padahal, masyarakat Sebatik berharap dengan adanya siaran radio di wilayah perbatasan mampu menghadirkan informasi mengenai Indonesia. Selama ini, masyarakat Sebatik lebih familiar dengan siaran radio dari Tawau Malaysia.

Muchlis, Sekertaris Kecamatan Sebatik Utara yang juga penanggung jawab keberadaan radio bantuan Menkominfo mengatakan, sejak diserahterimakan, radio bantuan tersebut hanya mengudara selama dua bulan.

“Di awal pemasangan pertama itu sudah kami fungsikan. Cuma di sini kami bisanya hanya mengoperasikan. Barang seperti ini kan agak sensitif. Kami tidak ada maintenance-nya di sini. Sejak 2013 sudah rusak, tidak bisa melempar (memancarkan)," jelas Muchlis.

Sejak diserahterimakan oleh Menkominfo, keberadaan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi permasalahan tersendiri bagi pengelola radio perbatasan, karena Kemnkominfo tidak menyiapkannya.

Selain masalah SDM, ketiadaan dukungan dana operasional juga menjadi permasalahan pelik bagi keberlangsungan stasiun radio perbatasan. “Kami bermohon kepada Dishub supaya kami diberi surat edaran sebagai dasar supaya kami bisa beroperasi. Kami bisa berkreasi, katakanlah pelan-pelan kami komersialkan supaya ada biaya operasionalnya gitu. Dana bantuan operasional dari Menkominfo tidak ada, sementara untuk menghidupkan radio itu juga butuh listrik. Darimana kami menutup biaya operasional?” tanya Muchlis.

Kecamatan Sebatik Utara sempat memanfaatkan radio bantuan Menkominfo untuk menyiarkan program pemerintah. “Kami menyampaikan informasi penting ke masyarakat sebelum kami sampaikan melalui persuratan. Seperti di kantor kami ada penyampaian yang harus disampaikan ke kemasyarakat sebelum kami datang ke sana. Namun kita tidak tahu pasti apakah pada saat kita operasikan, mereka pada monitoring," katanya.

Dia meminta pemerintah serius untuk menghadirkan stasiun radio yang mampu memberikan informasi dan hiburan bagi warga di wilayah perbatasan di tengah gempuran siaran radio dari Negara Malaysia yang lebih siap baik infrstruktur maupun SDM-nya. Saat ini, radio Malaysia masih menguasai siaran di wilayah perbatasan Sebatik.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.