Kompas.com - 07/02/2014, 19:13 WIB
Rusli yang menjadi korban penganiayaan oknum anggota Brimob. KOMPAS TV/ RAJA UMARRusli yang menjadi korban penganiayaan oknum anggota Brimob.
|
EditorFarid Assifa

ACEH BARAT, KOMPAS.com - Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Banda Aceh, Pos Meulaboh, Aceh Barat, Jumat (7/2/2014) siang, mendampingi Rusli (55), warga Kecamatan Meureubo yang menjadi korban penganiayaan anggota Birmob Detasemen A Kompi 4 Nagan Raya, Minggu 2, Februari lalu untuk di-BAP di Polsek Meureubo, Aceh Barat.
 
"Kami mendampingi Rusli setelah pihak keluarga korban meminta LBH mendampingi korban untuk di-BAP kasus itu ke Polsek Meureubo. Tadi sudah kita dampingi dan tinggal menunggu proses pemeriksaan selanjutnya," kata Wiwin Ibnu Hajar, Koordinator LBH Banda Aceh Pos Meulaboh kepada Kompas.com, Jumat siang tadi.
 
Menurut laporan Rusli kepada LBH, peristiwa itu terjadi karena oknum Brimob berpangkat Brigadir itu marah saat korban membongkar "polisi tidur" yang dibuat oleh pelaku. Korban dipukul dan ditodong dengan senjata.
 
"Korban membongkar 'polisi tidur' yang dibuat anggota Brimob itu karena terlalu tinggi, dan korban sempat terjatuh saat pulang ke rumah gara-gara 'polisi tidur" itu, makanya dibongkar," katanya.
 
Akibat aksi penganiayaan yang dilakuakan anggota Brimob itu, korban mengalami luka di bagian mata, hidung dan mulut. Dua hari pasca-kejadian, korban sempat mengalami trauma dan tidak bisa beraktivitas.
 
"Tapi sekarang kondisi korban sudah mulai membaik, dan sudah bisa kembali beraktivitas seperti biasa, tapi mentalnya masih trauma juga," katanya.
 
Menurut Wiwin, aksi penganiayaan yang dilakukan anggota Brimob itu jelas melanggar hukum, apalagi pelaku seorang anggota polisi yang seharusnya melindungi masyakat.

"Secara hukum pelaku jelas bersalah, dia membuat 'polisi tidur' di jalan sudah salah kan. Membuat 'polisi tidur' itu ada aturannya, apalagi sampai memukul orang lain," tandas Wiwin.
 
LBH akan terus mendampingi korban hingga kasus ini selesai diproses pihak kepolisian sesuai dengan hukum yang berlaku. Wiwin menyatakan, aksi pemukulan ini seharusnya tidak terjadi, apalagi pelaku adalah seorang polisi.

"Kami berharap polisi dapat memproses kasus ini secara profesional sesuai dengan prosedur, sehingga nantinya ada efek jera terhadap pelaku, dan ini bisa menjadi pelajaran kepada anggota polisi lainnya agar tidak bersikap arogan terhadap warga sipil," harap Wiwin.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Dengarkan Curhat Pekerja Migran, Ganjar Minta Mereka Lapor jika Jadi Korban Pungli

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.