Ridwan Kamil: Akhir 2014 Banjir Berkurang di Bandung

Kompas.com - 07/02/2014, 17:12 WIB
Sejumlah warga melintasi Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang terendam banjir, Jumat (19/4/2013). Ribuan pemukiman warga, bahkan kawasan pertokoan dan pasar, di wilayah Dayeuhkolot serta pemukiman warga di Baleendah sudah tiga pekan terendam banjir luapan Sungai Citarum. Jalur lalulintas yang terputus memaksa warga, termasuk para buruh pabrik di kawasan tersebut, harus melintasi genangan air untuk menuju pemberhentian kendaraan dengan jarak berjalan kaki sekitar 2 kilometer.

KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHOSejumlah warga melintasi Jalan Raya Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, yang terendam banjir, Jumat (19/4/2013). Ribuan pemukiman warga, bahkan kawasan pertokoan dan pasar, di wilayah Dayeuhkolot serta pemukiman warga di Baleendah sudah tiga pekan terendam banjir luapan Sungai Citarum. Jalur lalulintas yang terputus memaksa warga, termasuk para buruh pabrik di kawasan tersebut, harus melintasi genangan air untuk menuju pemberhentian kendaraan dengan jarak berjalan kaki sekitar 2 kilometer.
|
EditorFarid Assifa

BANDUNG, KOMPAS.com — Wali Kota Bandung Ridwan Kamil optimistis bisa membuat Kota Bandung terbebas dari banjir pada akhir tahun 2014 ini. Menurut pria yang akrab disapa Emil ini, sudah ada beberapa program baik yang sudah maupun yang segera jalan diprediksi dapat menanggulangi banjir di Kota Bandung.

Dari beberapa program untuk mengurangi dan menanggulangi banjir, salah satu yang sudah berjalan adalah program sejuta biopori. Program lainnya adalah sumur resapan, pembangunan danau-danau kecil, dan pasukan pembersih gorong-gorong.

"Insya Allah di akhir 2014 banjir berkurang drastis dengan konsep biopori dengan gotong royong masyarakat akan diadakan ronde kedua. Sumur resapan juga dikerjain, danau kecil dikerjain, gorong-gorong dibersihin," kata Emil di kantornya, Jumat (7/2/2014).

Sementara itu, Emil mengatakan, bantuan dana CSR luar negeri yang tengah gencar dikejar olehnya akan banyak membantu mewujudkan mimpinya menjadikan Bandung bebas banjir.

"APBD sudah diketuk, dana lelang saya minta dikebut, infrastruktur diprioritaskan sehingga nambal-nambal jalan bisa di pertengahan tahun, enggak kayak dulu di musim hujan (pembangunannya)," ucapnya.

Untuk lima danau kecil yang akan dibangun di sepanjang Taman Cilaki, Emil yang memiliki latar belakang insinyur ini mengatakan, danau-danau tersebut menggunakan sistem parkir air.

"Jadi air enggak akan langsung ngegelontor semuanya masuk. Air akan pindah dari danau satu ke danau berikutnya. Mudah-mudahan akhir tahun ada perubahan," tuturnya.

Untuk program sumur resapan, Emil menyatakan akan segera terwujud dalam waktu dekat. Menurutnya, 10 sumur resapan yang telah terpasang di wilayah Sukajadi akan diluncurkan pada Kamis pekan depan.

"Sumur resapan di Sukajadi yang suka terjadi banjir cileuncang dari atas. Untuk sementara 10 titik dulu," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X