Ganjar: Kerugian akibat Banjir di Jateng Diperkirakan Rp 1 Triliun

Kompas.com - 06/02/2014, 21:49 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi pembicara pada acara diskusi Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) bertajuk 'Indonesia Menjawab Tantangan: Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang'di aula Fakultas Kedokteran UI, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2013). Serial kedua diskusi ini juga menghadirkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang merupakan tokoh sentral masing-masing partai. Sehingga, kepentingan sivitas akademika UI menghadirkan mereka untuk mendengarkan pemaparan dan visi pembangunan kepemimpinan di Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN TRIBUNNEWS/HERUDIN Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo menjadi pembicara pada acara diskusi Dewan Guru Besar Universitas Indonesia (UI) bertajuk 'Indonesia Menjawab Tantangan: Kepemimpinan Menjadi Bangsa Pemenang'di aula Fakultas Kedokteran UI, Jakarta Pusat, Jumat (20/12/2013). Serial kedua diskusi ini juga menghadirkan Gubernur Jawa Timur, Soekarwo dan Ketua Umum Partai Golkar, Aburizal Bakrie yang merupakan tokoh sentral masing-masing partai. Sehingga, kepentingan sivitas akademika UI menghadirkan mereka untuk mendengarkan pemaparan dan visi pembangunan kepemimpinan di Indonesia. TRIBUNNEWS/HERUDIN
EditorSandro Gatra


SEMARANG, KOMPAS.com — Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo memperkirakan nilai total kerugian akibat bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah daerah di Provinsi Jawa Tengah mencapai Rp 1 triliun.

"Berkaitan dengan perkiraan nilai kerugian itu, Pemprov Jateng akan mengajukan permintaan bantuan dana kepada pemerintah pusat untuk penanganan pascabencana serta rekonstruksi," katanya di Semarang seperti dikutip dari Antara, Kamis (6/2/2014).

Hal tersebut disampaikan Ganjar seusai memimpin rapat koordinasi penanggulangan bencana di ruang rapat kantor Gubernur Jateng yang dihadiri para pimpinan satuan kerja perangkat daerah setempat.

Terkait dengan pengajuan bantuan dana ke pemerintah pusat tersebut, Ganjar mengaku telah menyampaikannya secara langsung kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat berkunjung ke Pekalongan, Rabu (5/2/2014).

"Selain mengajukan dana ke pemerintah pusat, saya masih menghitung dana dari APBD Jateng 2014 yang masih bisa direalokasi untuk penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana," ujar politisi PDI Perjuangan itu.

Dalam kesempatan tersebut, Ganjar menilai bahwa manajemen penanganan bencana di beberapa kabupaten/kota di Jateng masih belum sesuai dengan yang diharapkan sehingga menyebabkan masyarakat yang menjadi korban bencana kesulitan meminta bantuan.

"Ada masyarakat yang langsung SMS ke saya dan bilang kalau belum dapat bantuan, padahal pemerintah daerah setempat sebenarnya bisa dijadikan tempat bagi para korban yang meminta bantuan," katanya.

Oleh karena itu, kata Ganjar, perlu disosialisasikan nomor-nomor telepon penting yang bisa dihubungi warga jika membutuhkan pertolongan evakuasi maupun bantuan logistik saat terjadi bencana alam.

Sementara itu, dalam rapat koordinasi itu diketahui jika nilai kerugian terbesar akibat banjir terdapat pada sektor pertanian yang kerugiannya mencapai Rp 516 miliar. Kerugian tanaman padi yang gagal panen atau puso senilai Rp 495 miliar, sedangkan untuk bawang senilai Rp 4,4 miliar.

Pada sektor perikanan, kerugian akibat banjir sebesar Rp 113,9 miliar dan areal tambak milik petani di beberapa daerah, seperti Kudus, Pati, Pekalongan, Batang, dan Pemalang, yang rusak akibat banjir seluas 14.783 hektar.



Sumber Antara
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X