Kompas.com - 06/02/2014, 17:07 WIB
Kelud FM, salah satu radio komunitas warga lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Kompas.com/M.Agus Fauzul HakimKelud FM, salah satu radio komunitas warga lereng Gunung Kelud, Kabupaten Kediri, Jawa Timur.
|
EditorKistyarini

KEDIRI, KOMPAS.com — Erupsi Gunung Kelud, Jawa Timur, pada tahun 2007 maupun erupsi pada tahun-tahun sebelumnya menjadi pembelajaran sungguh berarti akan pentingnya suatu informasi bagi masyarakat sekitarnya.

Hal itulah yang mendasari terbentuknya sebuah radio komunitas untuk menyuarakan kabar aktual aktivitas gunung yang mempunyai ketinggian 1.731 meter di atas permukaan laut dan dikenal dengan ciri letusan eksplosif tersebut.

Radio tersebut mempunyai pancaran transmisi jenis modulasi frekuensi dan bernama Kelud FM, yang sanggup menjangkau hingga jarak lima kilometer dari stasiun radio. Jangkauan radio itu hampir satu kecamatan.

Dialah Suprapto, beserta kelompoknya sesama warga Dusun Margomulyo di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngancar, Kabupaten Kediri, yang mempunyai ide mendirikan radio komunitas itu pada pertengahan 2010 silam.

Desa tersebut merupakan desa yang berposisi paling dekat dengan kawah Kelud. "Kami berkaca pada pengalaman letusan pada tahun-tahun sebelumnya, informasi yang benar dan akurat itu sangat penting," kata Suprapto kepada Kompas.com, Kamis (6/2/2014).

Fungsi radio itu, kata Suprapto, memberi kabar aktual dari sumber tepercaya ketika Kelud dalam situasi kritis. Sumber tersebut juga bisa langsung berasal dari pos pemantau Kelud milik PVMBG ataupun otoritas pengamanan.

Sementara pada situasi Kelud normal, radio tersebut mengudara antara pukul 10.00 hingga petang, lalu berlanjut hingga malam. "Kalau situasi normal, paling kami menyiarkan pengetahuan tentang kebencanaan maupun hiburan biasa," kata pria yang menjabat sebagai Kepala Urusan Umum di desanya itu.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sedangkan operasionalnya, kata Prapto, murni dari pendanaan swadaya anggotanya. Sistem donasi hanya diterimanya sekali, yaitu awal terbentuknya radio, dan dana tersebut digunakan untuk pembelian peralatan radio itu.

Meski demikian, mereka tetap gigih mempertahankan eksistensi radio itu. "Namanya komunitas, ya enggak ada bayaran. Bahkan kadang harus tambal sulam demi bayar rekening listriknya," pungkasnya.Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Kontingen Papua Sukses Raih Posisi 10 di Ajang STQHN XXVI

Regional
Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Apresiasi Film Dokumenter The Mentors, Ganjar: Film Ini Bagus

Regional
Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Dukung Pembangunan Infrastruktur di Jabar, PT Jasa Sarana Gandeng IIF dan MMI Jadi Mitra Strategis

Regional
Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Jateng 4 Kali Berturut-turut Jadi Provinsi Terbaik Soal Keterbukaan Informasi, Begini Repons Ganjar

Regional
Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Dua Pesan Penting Ridwan Kamil untuk BUMD di Jabar

Regional
Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Teori Hati Bidan Eros Mengabdi di Baduy

Regional
Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Usai PON XX, Pendapatan Sektor Konstruksi di Papua Meningkat hingga Rp 926 Miliar

Regional
Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Salatiga dan Kabupaten Semarang Dilanda Gempa, Pemprov Jateng Siapkan Tenda Darurat

Regional
Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Kesembuhan Covid-19 di Papua Capai 96,7 Persen, Masyarakat Diminta Tak Lengah

Regional
Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Tinjau PTM di Pangandaran, Wagub Uu Minta Sekolah Hasilkan Metode Belajar Kreatif

Regional
Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Terima Kunjungan Atlet Taekwondo Ungaran, Ganjar: Atlet Muda Harus Dipersiapkan Sejak Dini

Regional
Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Ridwan Kamil Sebut Jabar Punya Perda Pesantren Pertama di Indonesia

Regional
Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Dompet Dhuafa dan Kimia Farma Berikan 2.000 Dosis Vaksin untuk Masyarakat Lombok Barat

Regional
Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Buka Kejuaraan UAH Super Series, Ridwan Kamil Adu Kemampuan Tenis Meja dengan Ustadz Adi Hidayat

Regional
Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Peringati Hari Santri, Ganjar Berharap Santri di Indonesia Makin Adaptif dan Menginspirasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.