Kompas.com - 05/02/2014, 20:22 WIB
|
EditorFarid Assifa
MAMUJU, KOMPAS.com - Jarvan, salah seorang nelayan di Mamuju, Sulawesi Barat terseret gelombang tinggi dan terombang-ambing ombak selama empat hari tanpa makan dan minum di lautan lepas. Ajaibnya, Jarvan ditemukan masih dalam keadaan hidup.

Jarvan ditemukan pada Rabu (5/2/2014). Keluarga dan tetangga yang semula kehilangan harapan dan menganggap korban telah tewas terseret gelombang, kaget dan terharu saat mengetahui korban ditemukan nelayan dalam keadaan selamat.

Warga Desa Kombiling, Kecamatan Kalukku, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat sebelumnya dinyatakan hilang terseret gelombang tinggi di pantai Kayu Mate, Mamuju pada Sabtu pekan lalu. Peristiwa tersebut bermula ketika Jarvan bersama tiga rekannya sedang memancing di pantai sore hari, tiba-tiba diterjang ombak setinggi tiga meter. Jarvan pun terseret gelombang hingga menghilang. Sementara dua rekannya bisa selamat.

Keluarga korban dibantu tim Badan SAR Nasional pun melakukan pencarian, namun tak berhasil menemukan jejak korban. Selasa siang (5/2/2014), korban baru ditemukan oleh seorang nelayan mengapung di laut dalam kondisi kritis. Korban ditemukan terseret gelombang sejauh 15 mil dari bibir pantai. Korban pun dievakuasi petugas Basarnas ke Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju untuk mendapatkan perawatan.

“Korban sempat dicari keluarga dan petugas Basarnas sejak empat hari lalu, namun baru hari ini ditemukan. Beruntung ia selamat,” jelas Awal, salah seorang petugas Basarnas yang ikut mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Mamuju.

Sejumlah keluarga korban mengaku sangat gembira dan terharu saat mendengar kabar penemuan Jarvan dalam keadaan selamat. Pasalnya, secara logika tak ada lagi warga yang percaya jika korban bisa ditemukan selamat, karena sudah terseret ombak sejak empat hari lalu.

“Semula semua keluarga sudah pasrah dan menyatakan dia telah meninggal, tetapi alhamdulillah Tuhan berkata lain, ia ditemukan selamat,” ucap Hasmia, salah satu keluarga Jarvan.

Sejumlah keluarga yang datang menengok ke rumah sakit sempat menangis histeris dan memeluk korban yang masih terbujur lemas di bangsal rumah sakit.

Cuaca buruk disertai gelombang pasang di perairan Mamuju, Sulawesi Barat telah berlangsung sejak dua pekan terakhir. Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Mamuju telah memperingatkan agar warga dan nelayan lebih berhati-hati jika akan melakukan aktivitas di laut, pasalnya kondisi gelombang tinggi tidak mendukung aktivitas pelayaran.

Hingga saat ini, korban masih menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Umum Daerah Mamuju untuk membantu memulihkan kondisi kesehatannya. Rencananya Jarvan baru akan dipulangkan ke rumahnya jika kondisinya sudah membaik.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

70 Penghargaan dalam 4 Tahun, Bukti Kekompakan Bupati dan Wabup Banyuasin

Regional
Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Ekonomi Jateng Capai 5,66 Persen pada Kuartal II-2022, Ganjar: Ini Kerja Kolektif

Regional
Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Tak Punya Wisata Alam, Kabupaten OKI Percaya Diri Unggulkan Wisata Budaya

Regional
Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Walkot Ridho Sebut “Fokus” Jadi Kunci Keberhasilan Program Kerja Pemkot Prabumulih

Regional
Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Kinerja Ekonomi Jatim Triwulan II 2022 Tumbuh di Atas Rata-rata Nasional

Regional
Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Semarakkan HUT Ke-77 Kemerdekaan RI, Gubernur Syamsuar Bagikan Bendera Merah Putih di Riau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.